Malang (beritajatim.com)- Aksi solidaritas dilakukan oleh Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI Universitas Kepanjen melalui kegiatan penggalangan dana bagi korban erupsi Gunung Semeru, Senin (24/11/2025).
Kegiatan tersebut digelar di sejumlah titik strategis di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, dan melibatkan puluhan kader GMNI.
Penggalangan dana dilakukan secara terbuka melalui turun ke jalan, posko donasi, hingga penyebaran informasi dukungan melalui sosial media. Sejumlah warga terlihat berhenti memberi bantuan, mulai dari uang tunai, makanan siap saji, hingga pakaian layak pakai. Aksi itu berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore.
“Kami bergerak karena kemanusiaan adalah tugas ideologis. Semeru tidak hanya merusak rumah dan lingkungan, tapi juga mengguncang kehidupan sosial masyarakat. Solidaritas harus diwujudkan, bukan sekadar slogan,” ujar Koordinator Aksi Penggalangan Dana, Sarinah Izza.
Menurut Sarinah yang juga Komisaris DPK GMNI Universitas Kepanjen tersebut, aksi galang dana sebagai bentuk implementasi nilai-nilai perjuangan Marhaenisme yang selama ini digaungkan organisasi mahasiswa tersebut. Menurut peserta aksi, rasa empati sosial perlu terus dirawat, terutama saat bencana alam kembali menyapa masyarakat Jawa Timur.
Sejumlah kader GMNI berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada tahap pengumpulan dana. Pendampingan lanjutan, trauma healing, hingga distribusi bantuan secara tepat sasaran direncanakan akan dilakukan setelah donasi terkumpul.
Penggalangan donasi masih terus dibuka dan rencananya akan dikirim langsung kepada warga terdampak di Lumajang. GMNI Universitas Kepanjen, juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami yakin, sekecil apa pun bantuan, akan berarti ketika bencana memisahkan banyak keluarga dari rasa aman,” ujarnya. (yog/ted)






