Malang (beritajatim.com) – Berangkat dari keprihatinan atas minimnya pemahaman dan kuatnya stigma sosial terhadap anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), Malang Autism Center menginisiasi sebuah gerakan kolaborasi akbar bertajuk Malang Autism Colors (MAC) 2025. Acara ini akan diselenggarakan secara gratis di Malang Creative Center pada 25 – 26 Oktober 2025.
Mohammad Cahyadi, S.E., M.Pd., Founder Malang Autism Center menjelaskan bahwa Malang Autism Colors 2025 dirancang sebagai ruang edukasi, ekspresi, dan dialog untuk membangun masa depan yang lebih inklusif. Acara tersebut lahir dari pengamatan langsung di lapangan.
“Selama menangani orang tua dan anak dengan ASD, kami mendapati banyak orang tua masih memiliki pengetahuan yang minim, mulai dari pemahaman dasar hingga cara pendampingan sehari-hari. Kondisi inilah yang mendorong kami menghadirkan sebuah wadah kolaborasi,” jelas Cahyadi kepada beritajatim.com, Kamis (18/9/2025).
Ia menekankan bahwa autisme bukanlah sebuah kekurangan, melainkan perbedaan cara berkomunikasi dan memahami dunia. Namun, keunikan ini seringkali disalahpahami, sehingga anak dengan ASD menghadapi stigma yang membuat mereka terpinggirkan.

“Melalui MAC 2025, kami ingin membuka ruang dialog, pemahaman, dan apresiasi terhadap keberagaman tersebut,” tambahnya.
Untuk memastikan kualitas edukasi yang diberikan, MAC 2025 menghadirkan deretan pembicara inspiratif dari berbagai bidang. Acara ini akan dibuka dengan pidato kunci (keynote speech) oleh Prof. Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA., CSSL, yang menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri Tbk.
Selain itu, forum seminar dan diskusi publik akan diisi oleh para ahli, di antaranya: Dokter spesialis tumbuh kembang, ortopedi, hingga rehabilitasi medik. Kemudian ada akademisi dari Universitas Negeri Malang, terapis profesional dan pegiat autisme, juga orang tua yang akan berbagi pengalaman praktis mendampingi anak dengan ASD.
Kolaborasi pakar ini bertujuan memberikan pandangan komprehensif mengenai penanganan dan pendampingan anak dengan autisme dari berbagai sudut pandang. Malang Autism Colors 2025 berfokus pada sesi edukasi formal. Acara ini juga menjadi panggung bagi anak-anak dengan ASD untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka yang kerap terabaikan.
Selama dua hari, pengunjung akan disuguhi berbagai kegiatan menarik. Seperti pameran karya dan aksi anak ASD, yang mengajak masyarakat melihat sisi lain dari kreativitas mereka.
Kemudian ada kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran publik. Di samping itu terdapat hiburan dan peluncuran simbol warna anak autisme sebagai tanda solidaritas. Kemudian, ruang kolaborasi yang menjadi titik temu antara orang tua, tenaga pendidik, profesional, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Kami berharap MAC 2025 bisa menjadi titik awal bagi terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan inklusif di Malang Raya dan sekitarnya,” tutup Cahyadi.
Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun. Masyarakat yang tertarik untuk bergabung dan menjadi bagian dari gerakan inklusif ini dapat melakukan pendaftaran melalui tautan resmi: https://malangautismcenter-registration.com/. [dan/aje]






