Gresik (beritajatim.com) — Aksi brutal komplotan geng motor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Driyorejo, Gresik. Aksi tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam (sajam) dan sejumlah warung mengalami kerusakan, Minggu (20/4/2025).
Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar 20 orang berboncengan motor sambil membawa berbagai jenis sajam berkeliling di kawasan Gresik selatan. Mereka melakukan aksi sweeping dengan menggeber-geber knalpot motor dan mengintimidasi warga.
“Datangnya dari arah timur, tiba-tiba warung saya dilempari batu cor,” ujar M. Fajar, penjaga warung di Jalan Raya Driyorejo.
Tak hanya melempari, lima orang dari komplotan tersebut turun dari motor dan masuk ke dalam warung. Mereka merusak barang dagangan dan melukai salah satu pengunjung, Fandi Kurniawan, serta merampas ponselnya.
“Korban sempat melawan, tetapi akhirnya terkena sabetan celurit di tangan kirinya,” tambah Fajar.
Fajar menyebutkan, dari kelompok tersebut, dua pelaku membawa senjata ruyung, sementara tiga lainnya membawa celurit. Puluhan pelaku lainnya tetap berada di atas motor, mengawasi situasi.
“Saya tidak berani melawan. Mereka jumlahnya lebih dari 20 orang. Setelah beraksi, mereka kabur ke arah Surabaya,” ungkapnya.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, membenarkan adanya kejadian ini. Ia menyampaikan bahwa korban Fandi Kurniawan kini sedang menjalani perawatan dan operasi di RS Petrokimia Driyorejo akibat luka parah pada tangan kirinya.
“Sebelum menyerang warung kopi, komplotan ini lebih dulu berbuat onar di Desa Cangkir, Driyorejo, dengan melempari sebuah rumah hingga menyebabkan kerusakan,” jelas Musihram.
Dalam insiden tersebut, warga bernama Indri Febrianti mengalami luka robek di kepala akibat pecahan kaca dan harus mendapatkan tujuh jahitan.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti, dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Dari keterangan saksi, para pelaku mayoritas masih berusia muda dan menggunakan beberapa atribut khusus. Ini masih kami dalami untuk mempermudah pengejaran,” pungkas Kompol Musihram. [dny/but]






