Lamongan (beritajatim.com) – Stadion Surajaya Lamongan kembali hidup. Ribuan suporter memadati tribun, untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya, dalam laga uji coba melawan Persekat Tegal, Sabtu (14/3/2026).
Meski hanya laga uji coba, tapi antusiasme publik sepakbola Lamongan begitu tinggi. Maklum, laga ini menjadi kali pertama bagi suporter bisa memberikan dukungan langsung di stadion, di tengah sanksi yang dijalani Persela sepanjang musim ini.
Rasa rindu yang terpendam begitu lama, akhirnya terobati. Sorakan dan nyanyian dukungan terus menggema sepanjang laga, meski pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.
Atmosfer yang tercipta dalam pertandingan tersebut, mampu menyentuh perasaan semua orang yang hadir di stadion. Termasuk pelatih Persela, Bima Sakti. “Saya terharu terharu melihat atmosfer Stadion Surajaya yang sudah begitu lama tidak saya rasakan,” kata Bima Sakti.
Melihat gairah suporter Persela yang begitu besar, membuat pelatih kelahiran Balikpapan itu teringat kembali pada masa-masa ketika masih aktif sebagai pemain, dan bertanding melawan Persela di Surajaya.
“Saya teringat sekali waktu saya masih main bola dulu, situasinya seperti malam ini,” ujarnya.
Bima berharap pertandingan tersebut dilihat para pemangku sepakbola nasional, agar Persela mendapatkan keringanan sanksi, sehingga ke depan dapat kembali bermain di hadapan suporter.
“Harapannya Persela bisa bertanding di tahun ini dengan dukungan penonton. Kita sama-sama melihat tadi, tensi pertandingan sangat berbeda saat ada penonton dan saat pertandingan tanpa penonton,” ucapnya. [fak/suf]






