Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti tanah air. Gempa Cianjur berkekuatan Magnitudo 5,6 memakan korban hingga ratusan. Selain itu, korban lainnya dilaporkan mengalami luka dan berbagai rumah hingga bangunan mengalami kerusakan.
Para warga setempat yang terkena musibah hingga tempat tinggalnya rusak, terpaksa harus mengungsi. Hal ini merupakan musibah yang tak disangka-sangka.
Saat ada masalah, Islam mengajarkan umat Muslim untuk memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sabar dan salat. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153 :
يٰۧااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ إنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 153)
Berikut ini beberapa doa yang bisa dibaca ketika tertimpa musibah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Doa Ketika Tertimpa Musibah Ajaran Rasululllah Shallallahu ’alaihi Wasallam
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”
Dalam hadis Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir).
Dikutip dari laman NU Online, musibah meski berwujud dalam satu bentuk, bisa dimaknai dalam berbagai sudut pandang.
Musibah dapat diartikan sebagai adzab atau peringatan atau sebagai ujian atau cobaan. Cara memahami musibah dari perspektif pertama ini lebih utama karena dapat menimbulkan introspeksi (muhasabah) yang mendorong manusia mengoreksi kekurangan-kekurangannya lalu berusaha memperbaiki diri.
Redaksi doa di atas memberi pesan tentang hakikat kepemilikan yang seluruhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati. Selain itu, musibahpun bisa bernilai pahala, bila si penerima musibah mampu menyikapinya secara tepat.
Doa tersebut juga mengandung optimisme, ditandai dengan harapan kepada Tuhan akan karunia pengganti yang lebih baik.
Doa ketika Tertimpa Musibah yang Dibaca Nabi Yunus
Selain itu, ada doa lain yang bisa dibaca ketika tertimpa musibah. Doa ini dibaca oleh Nabi Yunus ketika diuji ditelan ikan paus.
Dalam situasi itu, Nabi Yunus berdoa sebagai berikut :
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin.”
Artinya: “Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku termasuk golongan orang yang zalim.”
Jika seorang Muslim tengah ditimpa musibah atau ujian dapat membaca doa tersebut. Yakinlah bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan.
Doa Ketika Mendengar Kabar Orang Meninggal
Ada pula doa yang bisa dibaca ketika mendengar kabar ada oang yang meninggal. Diriwayatkan dari Abu Musa ra. dalam hadits At-Tirmidzi, dianjurkan untuk mengucapkan Istirja ketika mendengar seorang anak adam yang meninggal. Berikut bacaannya:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun
Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”
Doa Mohon Ampun dan Kebaikan
Bagi yang ingin mengirimkan doa untuk korban gempa yang telah meninggal, bisa membaca doa berikut ini :
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” (HR. Muslim).
Itulah beberapa doa yang bisa dibaca ketika tertimpa musibah. (nap)






