Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan target zero stunting melalui program Gemapitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu). Program yang menjadi salah satu unggulan Pemkab Mojokerto tersebut kembali digelar di Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto itu dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Bumi Majapahit.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra mengajak seluruh elemen masyarakat, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa untuk bergerak bersama mencegah munculnya kasus stunting baru dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu serta anak.
“Mari kita pastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami kekurangan gizi, tidak ada lagi ibu melahirkan yang kehilangan nyawanya karena keterlambatan layanan, dan tidak ada lagi bayi yang tidak tertangani dengan cepat,” tegasnya.
Menurut Gus Barra, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan, sekaligus memastikan ibu hamil memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
“Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Mojokerto yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Saya percaya, dengan kerja keras, kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, kita akan mampu mewujudkan kabupaten yang sehat, kuat, dan berkualitas,” katanya.
Program Gemapitu sendiri merupakan bagian dari implementasi Catur Abhipraya Mubarok, yakni empat misi utama pembangunan Kabupaten Mojokerto. Program ini masuk dalam misi kedua, yaitu mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta menjaga ketenteraman masyarakat.
Melalui pelaksanaan Gemapitu secara berkelanjutan, Pemkab Mojokerto berharap angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai nol kasus baru, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. [tin/aje]






