Pacitan (beritajatim.com) – Gelombang tinggi melanda perairan selatan Pacitan dalam beberapa hari terakhir, dengan ketinggian ombak mencapai 2 hingga 3 meter di Pantai Pancer Dorr, Kelurahan Ploso, pada Rabu (27/8/2025). Fenomena ini dipicu oleh angin timuran yang bertiup kencang di wilayah perairan Jawa Timur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas nelayan maupun wisatawan.
“Angin bergerak dari timur, ke tenggara, nelayan menyebut angin timuran, dengan kecepatan 5–30 knot. Angin timuran yang cukup kuat ini dapat memicu gelombang laut dengan kategori sedang hingga tinggi,” jelas Erwin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sepanjang perairan selatan Jawa, termasuk Pacitan. Peringatan ini menjadi perhatian khusus mengingat wilayah selatan Jawa kerap menjadi jalur aktivitas pelayaran dan pusat wisata bahari.
Masyarakat pesisir, terutama nelayan, diminta menunda kegiatan melaut hingga kondisi lebih aman. “Gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk berhati-hati dan menunda aktivitas di laut apabila kondisi tidak memungkinkan,” tambah Erwin.
Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas wisata pantai di Pacitan, yang dikenal sebagai destinasi selancar dan rekreasi keluarga. Pihak BPBD mengingatkan wisatawan agar tidak berenang maupun beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai selama gelombang tinggi berlangsung. [tri/beq]






