Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Manajemen (UK Petra) resmi mencatat tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 2023, prodi ini menggelar sidang disertasi terbuka bagi tiga calon doktor yang sekaligus menjadi lulusan perdana, Jumat (17/4/2026).
Sidang berlangsung maraton mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Ruang Mark, Gedung Radius Prawiro lantai 10, Kampus Pusat UK Petra. Mereka adalah Dr. Andre Setiawan Omarhadi, Dr. Olyvia Ririmasse, dan Dr. Regina Jokom yang telah resmi menyandang gelar Doktor.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UK Petra, Prof. Dr. Hatane Semuel, M.S., menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar kelulusan akademik, melainkan pencapaian penting dalam perjalanan prodi.
“Hari ini kami menyelenggarakan tiga sidang terbuka untuk calon doktor. Ini merupakan sidang terbuka pertama di prodi kami, sehingga menjadi tonggak sejarah bagi UK Petra,” ujarnya.
Menurutnya, ketiga kandidat doktor tersebut memiliki latar belakang yang kuat, baik sebagai praktisi maupun akademisi. Hal ini menjadi nilai tambah karena riset yang dihasilkan tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Mereka memiliki pengalaman menarik dalam profesi maupun penelitian. Jadi lulusan doktor kami berasal dari kombinasi praktisi dan akademisi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Hatane mengungkapkan bahwa ketiganya mampu menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 2,5 tahun. Meski demikian, kualitas akademiknya tetap terjaga dengan keberhasilan publikasi di jurnal internasional bereputasi.
“Ini merupakan prestasi tersendiri. Dalam waktu singkat, mereka tetap mampu mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional,” imbuhnya.
Dari sisi substansi, masing-masing disertasi mengangkat isu strategis. Dr. Andre Setiawan, misalnya, meneliti siklus learning–unlearning–relearning untuk mendorong perilaku inovatif tenaga penjualan ritel di Indonesia. Sementara itu, Dr. Olyvia Ririmasse mengkaji konsep smart tourism destination dalam mendukung pariwisata regeneratif berbasis pemberdayaan masyarakat di Maluku.
Adapun Dr. Regina Jokom menyoroti integrasi pengalaman wisata digital dan berkelanjutan dalam membentuk emosi positif serta vivid memory wisatawan, yang berdampak pada niat berperilaku konsumen di sektor pariwisata.
Keunggulan sidang ini juga terlihat dari keterlibatan penguji internasional, termasuk akademisi dari Selandia Baru, serta penguji eksternal dari sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Hal ini memperkuat standar global yang diusung oleh prodi.
Tak hanya itu, kehadiran praktisi dari perusahaan nasional hingga dukungan otoritas pendidikan tinggi menunjukkan adanya sinergi erat antara dunia akademik dan industri. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki relevansi praktis.
Ke depan, UK Petra menargetkan penguatan kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan prodi. Kolaborasi ini mencakup pembimbingan bersama hingga peluang riset lintas negara bagi mahasiswa.
“Ke depan, kami ingin memperkuat kerja sama internasional. Kami sudah mulai menghadirkan penguji dari luar negeri dan akan membuka lebih banyak peluang riset kolaboratif dengan kampus global,” tegas Prof. Hatane.
Ia berharap, ekosistem akademik yang terbangun dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa, peneliti, dan profesor dari berbagai negara.
“Dengan demikian, peluang bagi mahasiswa untuk menjalin kerja sama riset dengan para profesor internasional semakin terbuka,” pungkasnya.
Pencapaian ini menegaskan posisi Prodi Doktor Ilmu Manajemen UK Petra sebagai salah satu program studi yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi global, sekaligus menjawab tantangan industri yang terus berkembang. (fyi/ted)






