Jember (beritajatim.com) – Gedung kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan gedung Balai Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (BP3) Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini diperuntukkan Sekolah Rakyat.
Dua lokasi tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Jember. Aktivitas pembelajaran ditempatkan di sana sampai pembangunan gedung dan asrama Sekolah Rakyat seluas sembilan hektare di kawasan Jember Sport Garden selesai.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir menyosialisasikan Sekolah Rakyat di gedung BKPSDM Jember, Sabtu (31/5/2025). “Ini baru sosialisasi pertama dengan calon orang tua wali murid siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Sosialisasi Sekolah Rakyat baru berjalan tiga hari, setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan dua gedung yang diajukan Pemkab Jember layak menjadi rintisan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini.
“Di sini direncanakan akan dimulai proses pembelajaran tingkat SD, SMP, dan SMA. Sementara siswanya masih dalam proses (rekrutmen). Simultan dengan itu, gurunya juga dalam proses rekrutmen. Lalu kepala sekolah juga harus ada proses rekrutmen. Begitu juga tenaga kependidikan yang lain,” kata Saifullah.
Saat ini ada sudah ada 65 lokasi yang direnovasi untuk Sekolah Rakyat. Sebanyak 35 lokasi lainnya masih dalam proses kalkulasi untuk renovasi. “Jadi tempat ini (gedung BKPSDM dan BP3) sudah dinyatakan layak oleh Kementerian PU dan (Sekolah Rakyat) kita akan mulai tahun ini. Cuma sekarang belum masuk ke tahap renovasi,” kata Saifullah.
Saifullah memperkirakan renovasi gedung Sekolah Rakyat di Jember akan dimulai pada Juni 2025, sejalan dengan sosialisasi di masyarakat. Saat ini sebagian masyarakat belum tahu tentang program Sekolah Rakyat. “Kita masih memerlukan waktu untuk bisa sosialisasi lebih lanjut,” katanya.
Sosialisasi akan dilakukan Dinas Pendidikan Jember, Dinas Sosial Jember, pendamping Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik. Semua siswa yang mengikuti program Sekolah Rakyat harus dipastikan berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional.
Desil 1 adalah rumah tangga yang termasuk dalam kelompok 1-10 persen pendapatan terendah secara nasional. Mereka biasa disebut kelompok miskin ekstrem. Sementara desil 2 adalah rumah tangga yang termasuk dalam kelompok 11-20 persen pendapatan terendah secara nasional, yang disebut sebagai kelompok miskin.
“Maka setiap anak yang diusulkan akan di-assessment. Kita akan lihat rumahnya, kita akan lihat kondisi orang tuanya. Kemudian juga kita lihat lagi komponen-komponen lainnya,” kata Saifullah.
Saifullah yakin Sekolah Rakyat akan disambut baik, jika masyarakat tahu tujuan pendiriannya. “Di tempat-tempat lain sudah lancar. Bahkan peminatnya lebih dari yang kita bayangkan. Ada yang misalnya alokasinya cuma buka 100 siswa atau empat rombel, malah yang yang daftar 140 orang,” katanya.
Saifullah menekankan pentingnya proses rekrutmen yang transparan dan jauh dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Tidak ada titip-titipan. Semua berdasarkan data,” katanya.
Proses rekrutmen siswa dan tenaga pendidikan akan dimulai pada Juni 2025. Saifullah berharap proses belajar-mengajar Sekolah Rakyat di Jember bisa dimulai pada akhir Juli 2025. “Rencananya di sini ada enam rombel. Tingkat SD dua rombel, SMP dua rombel, dan SMA dua rombel. Itu berarti ada sekitar 150 siswa. Doakan saja,” katanya. [wir]






