Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto secara geografis juga miliki gunung dan perbukitan sehingga tak jarang ditemukan sejumlah jalur pendakian di bekas Kerajaan Majapahit tersebut. Salah satunya adalah wisata pendakian Bukit Semar di Desa Dilem, Kecamatan Gondang. Lokasi ini memiliki panorama eksotis.
Bukit Semar berada di 933 meter diatas permukaan laut (Mdpl) tak kalah dengan Puncak Sembalun Gunung Rinjani maupun Taman Hidup di Argopuro. Meski belum populer di kalangan pendaki, namun Bukit Semar memiliki pemandangan yang memanjakan mata dengan latar belakang hijau Pegunungan Anjasmoro.
Kepala Desa (Kades) Dilem, Heru mengatakan, Bukit Semar mulai digunakan pendakian, namun tidak resmi, pada tahun 2018. Awalnya, mayoritas pemuda Karang Taruna Desa Dilem yang memiliki jiwa petualang membuka jalur pendakian ke Bukit Semar.
“Namun saat ini, pendakian Bukit Semar resmi dikelola Tahura Raden Soerjo dan Pemerintah Desa (Pemdes) Dilem. Dinamakan Bukit Semar karena bentuknya menyerupai Semar Turu (tidur) dan ketinggiannya 933 Mdpl sehingga dinamakan pendakian bukit,” ungkapnya, Rabu (16/8/2023).
BACA JUGA:
Di Puncak Gunung Pundak Berpayung Bulan Setengah Lingkaran
Masih kata Kades, seiring perjalanan Pemdes dan Tahura berupaya untuk menjadikan kawasan Bukit Semar sebagai wisata. Pendakian Bukit Semar akhirnya resmi dijadikan wisata pada 2023. Diakui, pemandangan di atas Bukit Semar sangat bagus dengan latar belakang Gunung Anjasmoro.
“Jadi eksplorasi sudah mulai 2018 itu namun legalitas wisata resmi pendakian Bukit Semar baru diterima pada 16 Mei 2023. Untuk registrasi sepenuhnya dikelola Tahura dan Parkiran oleh Karang Taruna Desa Dilem. Tiket masuk pendakian Rp7 ribu untuk satu malam kemping. Jalur pendakian juga cukup menantang cocok untuk pendaki pemula,” katanya.
Ada tiga pos pendakian di Bukit Semar. Jarak pos registrasi ke Pos 1 hingga puncak masing-masing sekitar satu kilometer. Kades menjelaskan, paling ramai pendakian di Bukit Semar yakni saat weekend mulai Jumat, Sabtu dan Minggu. Sementara fasilitas camping ground di Puncak Bukit Semar bisa menampung sekitar 50 tenda.
“Kalau pos 3 ke puncak dekat sekitar 500 meter untuk estimasi pendakian dari pos registrasi ke Puncak Bukit Semar kurang lebih normal dua jam. Sedangkan pendaki pemula estimasi 2,5 jam, kalau pendaki pro bisa 1,5 jam. Yang ditawarkan keindahan alam di Puncak Bukit Semar apalagi saat sunrise, pemandangannya luar biasanya dengan view Gunung Anjasmoro,” terangnya.

Para pendaki dapat menikmati sumber mata air di Sendang Nambi yang airnya bisa langsung dikonsumsi. Lokasi Sendang Nambi ada di Pos 1 mengarah ke Pos 2. Kades menjelaskan, jika air di Sendang Nambi layak konsumsi tanpa direbus karena sudah dites. Menurutnya, lintasan pendakian cocok untuk pendaki pemula.
“Karena tidak terlalu menanjak, yang cukup menanjak menuju pos 2 itu sampai menuju puncak sehingga cocok bagi pemula. Kami berharap dengan memperkuat kolaborasi dengan Tahura, Pemdes dapat menjadikan Desa Dilem sebagai desa wisata dan dapat mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Pemdes juga mengembangkan UMKM dan pusat oleh-oleh khas Desa Dilem untuk menunjang wisata Bukit Semar. Salah satunya yakni snack lokal atau sajian keripik dalam kemasan. Keripik kemasan aneka varian tersebut dikembangkan oleh Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Mawar Melati Desa Dilem.
“Harapannya wisata Bukit Semar bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan memajukan Desa Dilem khususnya,” pungkasnya. [tin/suf]
![Bukit Semar di Gondang Mojokerto Tawarkan Pemandangan Eksotis Wisata Bukit Semar di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230816-WA0003-1.jpg)





