Malang (beritajatim.com) – Personel Polresta Malang Kota kewalahan menangani demonstrasi. Personel yang sedang mengamankan jalannya unjuk rasa sampai harus menerjunkan tim K-9 dengan 2 anjing pelacak untuk membubarkan kerumunan massa.
Meski sudah diterjunkan 2 anjing pelacak, ternyata membuat massa aksi semakin beringas. Mobil water cannon beserta kendaran taktis pun mulai maju perlahan menuju demonstran. Personel awal yang kewalahan mulai ditarik mundur.
Personel anti huru-hara dibantu Brimob bersenjata tameng dan pentungan mulai bergerak ke arah demonstran. Kehadiran pasukan ini justru memancing emosi demonstran. Mereka terus melempari petugas dengan air dan kardus.
Selang beberapa menit tembakan air dari mobil water cannon ke arah pendemo diluncurkan. Tembakan gas air mata juga mewarnai aksi demonstrasi ini. Massa yang tidak terkontrol terus menyerang petugas.
Demonstran bahkan melakukan penjarahan disejumlah obyek vital. Personel polisi dengan kendaraan roda dua berusaha mengamankan demonstran yang rusuh termasuk menembak dengan peluru karet.
Peristiwa ini adalah simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) yang dilakukan oleh Polresta Malang Kota. Simulasi ini dilakukan di depan Balai Kota Malang dan Gedung DPRD Kota Malang pada Jumat, (26/9/2025).
“Jadi ini untuk antisipasi. Polresta Malang Kota, TNI dan instansi terkait termasuk masyarakat kita ajak membuat sistem pengamanan kota. Dengan melibatkan 800 personel,” ujar Waka Polresta Malang Kota AKBP Oskar Syamsuddin.
Hal yang menjadi catatan mereka adalah terkait penyekatan. Sebab, pada demo 29 Agustus 2025 kemarin banyak demonstran yang justru berasal dari luar Kota Malang. Dalam simulasi ini juga dilakukan adegan penyekatan di perbatasan.
“Hal-hal yang kami catat saat demo ricuh beberapa waktu lalu adalah pergerakan massa. Mereka banyak dari luar daerah dari 61 yang kita amankan sebagian dari luar. Sehingga dalam sispamkota ini kita lakukan penyekatan sehingga pergerakan massa bisa kita antisipasi seperti dari Pasuruan, hingga Blitar,” ujar Oskar. (luc/kun)






