Jember (beritajatim.com) – Agus Hadi Santoso, Komandan Ganjarian Spartan Teritorial Jawa Timur di Kabupaten Jember, memprediksi pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo akan bersatu pada putaran kedua pemilihan presiden untuk menghadapi Prabowo Subianto.
Saat ini, wacana satu putaran sedang didengungkan kalangan pendukung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Wacana itu semakin diperkuat oleh sejumlah hasil lembaga survei yang menempatkan pasangan tersebut di posisi teratas dengan perolehan suara lebih dari 40 persen.
“Menurut kami itu hanya opini. Tak ada satu calon pun yang akan memperoleh suara di atas 50 persen. Kalau melihat di lapangan justru yang bergerak massif adalah relawan Ganjar Pranowo. Kubu Anies-Muhaimin pun kalau membuat event juga ramai,” kata Agus, Rabu (3/1/2024).
Agus justru tak melihat acara-acara pemenangan Prabowo-Gibran semeriah acara yang digelar pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 3 benar-benar memaksimalkan masa kampanye dengan menemui warga.
Jika benar-benar ada putaran kedua, Agus memprediksi pendukung Anies akan bergabung dengan pendukung Ganjar untuk menghadapi Prabowo. Ia melihat, kendati memiliki ideologi yang tak sejalan, Partai Keadilan Sejahtera yang mendukung Anies dan PDI Perjuangan yang mendukung Ganjar bisa bersatu untuk menyelamatkan demokrasi.
“Dengan kondisi negara yang mulai menyamai Orde Baru, saya yakin ego semua pihak akan diturunkan untuk menjaga demokrasi. Kami sendiri akan terus bergerak agar pilpres tidak berlangsung satu putaran,” kata Agus.
Agus gelisah melihat sejumlah kejadian yang menunjukkan adanya persoalan demokrasi di Indonesia, seperti dilaporkannya Badan Pengawas Pemilu Kepulauan Riau ke polisi karena mencopot spanduk Prabowo-Gibran, masih adanya dugaan pelanggaran kampanye, adanya dukungan kepala desa dan dukungan aparatur sipil negara untuk Prabowo-Gibran.
Melihat besarnya rintangan, Ganjarian semakin percaya diri dan bersemangat untuk memenangkan Ganjar-Mahfud. “Kami pernah mengalami represi di zaman pemerintahan Soeharto. Keberanian kami saat ini empat kali lipat. Kami tidak takut,” kata Agus.
Agus mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan cara-cara culas dan curang untuk memenangi pemilu. “Ini akan membuat negara kacau, karena pasti akan ada perlawanan,” katanya.
“Hari ini warga berpikir logis dan tidak takut menghadapi tekanan. Hari ini tidak terlalu sulit memviralkan kejadian (pelanggaran pemilu) di daerah melalui media sosial,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.
Agus menyerukan kepada mahasiswa, seniman, relawan, budayawan, pondok pesantren yang mendukung Anies dan Ganjar untuk bergerak lebih massif. “Relawan Ganjar saat ini door to door untuk menjelaskan kepada masyarakat. Teman-teman partai juga bergerak sesuai instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan. Dengan cara itu, kami yakin satu putaran tak akan terjadi,” katanya.
Agus mengatakan, saat ini perolehan suara Ganjar di Jatim masih pada kisaran 47-48 persen. “Kami yakin dalam satu bulan setengah ini akan bergeser menjadi 60 persen, karena seluruh relawan Ganjar bergerak massif,” katanya. [wir]






