Jakarta (beritajatim.com) – Lebih dari 250.000 orang menghadiri kampanye akbar ‘Hajatan Rakyat, Konser Salam M3tal, 03 Menang Total,’ yang digelar calon (Paslon) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Tidak hanya dari wilayah Jakarta, masyarakat yang hadir juga berasal dari Jawa Barat, Banten, dan berbagai provinsi lainnya di Indonesia.
Gerakan ratusan ribu rakyat ini terdiri atas unsur tokoh nasional, masyarakat sipil, buruh, akademisi, rohaniwan, budayawan, seniman, intelektual, pegiat demokrasi, politisi, purnawirawan TNI, Polri, dan lain sebagainya.
Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengatakan, harapan Jutaan Rakyat atau Hajatan Rakyat bukan tentang Pak Ganjar, bukan tentang Prof Mahfud, tapi tentang rakyat.
“Hajatan Rakyat adalah momen krusial untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan semangat gotong royong untuk melangkah bersama menuju era baru Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Deputi TPN Karaniya Dharmasaputra mengatakan, hari ini di GBK publik melihat tokoh-tokoh yang dulunya mendukung Presiden Joko Widodo, berubah haluan mendukung Mas Ganjar.
“Gerakan rakyat mendukung total Ganjar-Mahfud, tentu karena rakyat bisa melihat secara jelas siapa calon presiden yang berpihak kepada rakyat, yang masih memegang teguh etika dan moral,” jelas Karaniya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri turut menghadiri kampanye akbar didampingi oleh Ketua DPP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital PDIP yang juga putra Megawati, M. Prananda Prabowo. Hadir pula Plt Ketua Umum PPP M. Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta
Tampak sederet tokoh yang menyambut kehadiran Megawati diantaranya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad basarah dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.
Sejumlah menteri dari PDIP akan ikut mendampingi seperti: Pramono Anung, Yasonna Laoly, Tri Rismaharini, Bintang Puspayoga, dan Abdullah Azwar Anas. Kader PDIP yang juga mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. (*/ian)






