Garut (beritajatim.com) – Usai Debat Capres terakhir, Ganjar Pranowo mengunjungi Pondok Pesantren Az Zawiyah di Garut, Jawa Barat.
Di sana, Ganjar berkomitmen untuk memberikan insentif kepada guru ngaji se-Jawa Barat.
Ganjar mengatakan bahwa pendidikan pesantren harus mendapat perhatian dari pemerintah. Selain mengajarkan pendidikan agama, pesantren juga membekali generasi muda dengan etika yang baik.
“Maka, saya bersama Pak Mahfud membuat program guru ngaji mendapat gaji dan guru-guru agama yang lain,” jelas Ganjar.
Ganjar yakin bahwa pemberian insentif kepada guru agama bukanlah hal yang sulit. Ia pernah menerapkan program serupa saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
“Waktu di Jawa Tengah itu sudah pernah kita lakukan, jadi bukan hal yang sulit,” paparnya.
Selain itu, Ganjar juga akan memperjuangkan Syaikhuna Badruzzaman, pendiri Ponpes Az Zawiyah, untuk mendapatkan anugerah pahlawan nasional.
“Tadi disampaikan beliau itu pejuang dan itu sudah pernah diajukan tapi belum masuk. Maka, Insyaallah kita doakan dan upayakan untuk bisa masuk menjadi pahlawan nasional,” tandasnya. (ted)






