Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menggelar operasi pasar murah. Disperindag menyiapkan 1 ton beras IR 64 medium kemasan 5 kg seharga Rp8.700/kg.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah memantau secara langsung operasi pasar yang digelar di Pendopo kantor Kecamatan Mojosari, Selasa (13/9/2022).
Program buah kerjasama dengan Bulog tersebut dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan pokok dan membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari pasca kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM tersebut menyebabkan komoditas beras seperti IR 64 medium di pasaran mengalami lonjakan mencapai Rp10.500/kg
“Tentu ini kenaikan yang perlu diwaspadai karena beberapa waktu lalu sebelum kenaikan harga BBM itu, harga beras di kisaran Rp9.300 – Rp9.500. Kenaikan yang lumayan agak tinggi ini perlu kita antisipasi melalui operasi pasar,” terang Kepala Disperindag, Iwan Abdillah, Selasa (13/9/2022).
Masih kata mantan Camat Jetis ini, terdapat dua skema operasi pasar yang dilakukan. Yaitu menerapkan secara online melalui aplikasi sinergi smart dan pasar secara konvensional yang melibatkan semua pedagang pasar. Pedagang pasar yang berminat menjadi member Bulog diarahkan mendaftar program Rumah Pangan Kita (RPK).
“Kemudian Bulog mengirim komoditas beras dengan harga tetap yaitu Rp8700/kg. Nanti kita buat pakta integritas dengan pedagang untuk menjual dengan harga dibawah HET Rp9.450. Jadi pedagang kita buat semacam surat pernyataan untuk menjual semisal di harga Rp9.300 sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat dan tidak naik seperti sekarang,” katanya.
Pihaknya berharap dalam waktu dekat sudah mulai dijalankan. Iwan juga menilai kegiatan operasi pasar murah secara online ini lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini didorong animo dan respon masyarakat yang sangat tinggi. Terbukti, sejak Disperindag melakukan promosi di media sosial (medsos), dalam satu hari pemesanan langsung penuh dari 114 kuota yang tersedia.
“Jadi kita umumkan Kamis, hari Jumat siang sudah terpenuhi kuotanya. Kami berencana menggelar operasi pasar 2 kali dalam seminggu dan rencana operasi pasar selanjutnya akan diadakan di utara sungai. Nanti kita rapatkan, tentu tidak hanya beras tapi juga menjual komoditas yang lain ada minyak goreng dan gula,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-mojokerto”]
Masih kata Iwan, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan melihat hasil penjualan. Jika hasil penjualan operasi pasar dirasa bagus maka operasi pasar akan digelar setiap minggu dua kali atau minimal seminggu sekali petugas Disperindag Kabupaten Mojokerto akan keliling ke kecamatan-kecamatan.
Dalam operasi pasar kali ini, selain komoditas beras, juga terdapat komoditas lainnya seperti minyak goreng dijual seharga Rp13 ribu per liter, minyak goreng premium Rp15 ribu per liter dan gula Rp13 ribu per kilo. Harga tersebut dinilai sudah murah dan masyarakat juga bisa membeli semua jenis komoditi di operasi pasar.
“Saya kira ini masih murah karena dipasaran masih sekitar Rp34 ribu sampai Rp35 ribu . Makannya nanti komoditas kita tambah lagi, tidak hanya beras medium. Dan masyarakat boleh membeli semua jenis tersebut,” pungkasnya. [tin/but]






