Ponorogo (beritajatim.com) – Film Satu Hari Dengan Ibu (SAHDU) menggelar gala premiere di Kabupaten Ponorogo. Bertempat di Cinepolis Ponorogo City Center (PCC), gala premiere itu dilaksanakan pada Jumat (15/9) malam.
Dihadiri oleh puluhan santri dari MI PAS Baitul Qur’an Gontor, dan komunitas Pasukan Amal Soleh (Paskas) dari Magetan, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Kediri, Jombang, Sidoarjo dan Bondowoso.
Film untuk kategori semua umur itu pun sukses menguras emosi penonton. Tak sedikit penonton yang terdengar isak tangis ditengah-tengah film diputar hingga selesai.
Baca Juga: Pemilu 2024, Sandiaga Uno Dekatkan Potensi Kantong Suara PPP di Ngawi
Special screening film Satu Hari Dengan Ibu di Ponorogo, juga dihadiri oleh orang yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Mulai dari Novandrian (produser film SAHDU), dan publik figure yang terlibat dalam pembuatan film SAHDU yakni Cupink Topan, Ricky Perdana, Ustadz Luqmanulhakim. Selain itu, hadir juga Rektor IKJ Jerry Hanief dan sineas film yang merupakan sutradara film Dilan dan Buya Hamka, Fajar Bustomi.
Film perdana dari rumah produksi Ruang 29 Pictures itu, menyampaikan pesan moral yang kuat, untuk memuliakan seorang ibu.
Ustadz Luqmanulhakim, pendiri dan pengasuh Masjid Kapal Munzalan, Kubu Raya, Kalimantan Barat yang hadir dalam gala premiere di Ponorogo mengungkapkan bahwa banyak pelajaran yang diambil dari film yang dibintangi oleh Chand Kelvin dan Vebby Palwinta tersebut.
Kadang tingkah laku anak, tidak sesuai dengan harapan dari orangtua. Namun, meskipun begitu, seorang ibu akan menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar kepada anaknya. Sebab, itu sangat berbahaya sekali. Ibarat ucapan itu adalah doa, dan doa ibu itu diijabah oleh Allah SWT.
Baca Juga: HUT HIMPAUDI ke-18, Emil: Kolaborasi Jawab Tantangan PAUD
“Kalau waktu ini bisa di diulang, pasti semua orang pengin mengulanginya. Sayangnya, pengulangan kehidupan itu hanya ada di film, di kehidupan nyata tidak bisa,” kata Ustadz Luqmanulhakim, ditulis Sabtu (16/09/2023).
Sementara Novandrian, produser film SAHDU mengungkapkan bahwa produksi film tersebut sempat terkendala adanya pandemi Covid-19 yang masuk di Indonesia tahun 2020 lalu.
Diceritakan oleh Novandrian bahwa produksi film SAHDU ini diawal 2020. Selang beberapa hari produksi selesai, langsung terjadi lockdown di beberapa daerah di Indonesia akibat pandemi Covid-19.
“Masa pandemi itu pos produksi tidak bisa jalan,” ungkapannya.
Segala penggarapan film Satu Hari Dengan Ibu itu selesai semua pada awal tahun 2023. Pihaknya pun tinggal nunggu jadwal tayang di bioskop, yang rencana akan mulai serentak pada tanggal 21 September 2023 di seluruh bioskop di Indonesia.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Angeline, Polisi Pastikan Istri Rochmad Tidak Terlibat
Dari sisi cerita, Novan mengungkapkan bahwa film tersebut dipersembahkan untuk ibu-ibu hebat di seluruh Indonesia. Kebandelan, kenakalan seorang anak, ibu masih akan tetap sayang. Masih memberi nasihat dari kecil hingga tumbuh dewasa. Nah, kebaikan-kebaikan ibu ini, dihadirkan dalam durasi waktu 1,5 jam.
“Tentu ini butuh efforts yang tinggi. Alhamdulillah, kita dapat talenta Chand Kelvin yang luar biasa. Bisa menampilkan satu adegan bersamaan nangis, sedih dan tertawa dalam satu take. Masyarakat Indonesia harus nonton pokoknya,” katanya.
Cerita dalam film ini menggambarkan pada proses kedewasaan dari Dewa, yang diperankan oleh Chand Kelvin. Pada proses itu, kerap muncul konflik dengan sang ibu yang diperankan oleh Vonny Anggraini.
Dewa seringkali menghadapi perbedaan pandangan dengan ibunya, menciptakan konflik yang menarik dalam alur cerita. Bagaimana Dewa menyelesaikan perbedaan ini dengan ibunya akan menjadi fokus utama dari film ini.
Baca Juga: Resmikan Posko Pemenangan, Ini Harapan Caleg DPRD Jatim Susy
Tidak hanya menjadi hiburan semata, film ini juga memiliki pesan moral yang mendalam yang bisa memengaruhi pemirsa secara positif. Kesempatan untuk merenung tentang hubungan orangtua-anak. (End/ian)






