Malang (beritajatim.com) – Jumlah pemilih muda milenial dalam Pilkada Kabupaten Malang pada 27 November 2024 mendatang lebih dari satu juta jiwa. Suara milenial dan Gen Z ini, tak luput dari incaran Petahana Bupati Malang HM Sanusi. Sejumlah program khusus unggulan pun disiapkan.
Salah satunya, program petani milenial hingga sekolah animasi bagi kaum milenial di Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU Kabupaten Malang, jumlah pemilih milenial dengan usia 28 hingga 34 tahun mencapai 643.806 jiwa. Sementara Generasi Z dengan rentang umur 17 hingga 27 tahun di Kabupaten Malang sebanyak 430.457 jiwa. Sehingga, total DPT untuk Pilbup Malang sebanyak 2.060.576 jiwa, separuh lebih atau sebanyak 1.074.263 berisikan anak anak muda harapan bangsa.
Menanggapi hal itu, Petahana Bupati Malang nomor urut 1 HM Sanusi bakal menyiapkan fasilitas dan program khusus bagi generasi muda milenial.
“Anak anak milenial akan kita fasilitasi sesuai bakat dan kemauannya apa. Salah satunya yang sudah kita buat adalah program petani milenial di Ngadas, Poncokusumo. Petani milenial di tempat itu kita ajari menanam kentang, dimana asalnya cuma bisa panen dengan hasil 8 ton, sekarang sudah bisa panen dengan hasil hingga 50 ton dengan luas lahan satu hektar dalam satu tahun,” tegas Sanusi, Kamis (3/10/2024) dalam kampanye tatap muka di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Kata Sanusi, pihaknya memberikan fasilitas pada banyak anak anak milenial untuk menciptakan kreativitas sesuai kemauan mereka. “Kita ajak untuk berkreasi, berkreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya,” ujarnya.
Sanusi menjelaskan, untuk melakukan itu semua, pihaknya bakal menyiapkan sejumlah pelatihan kerja dan pendampingan secara langsung. “Seperti di daerah Kedungsalam itu, anak anak milenial kita siapkan pendamping bagaimana menjual sebuah produk melalui pelatihan marketing online yang bagus. Sekarang, penghasilan mereka ini mencapai Rp 4 juta perbulan,” bebernya.
Sanusi menambahkan, di wilayah Singosari, pihaknya juga membuat sekolah animasi. “Lalu di Singosari itu kita bikin sekolah animasi. Sehingga anak anak milenial mampu bikin produksi kreatif seperti bikin film film kartun dan mereka jual ke luar negeri.. Kita tunggu, kita berupaya meningkatkan lagi nanti untuk mewadahi anak anak milenial supaya bikin film untuk layar lebar,” Sanusi mengakhiri. (yog/ian)






