Surabaya (beritajatim.com) – Fusion Jazz Community tampil sebagai pamungkas di Stage Bus Jazz Traffic Festival (JTF) 2024 hari pertama, Sabtu (14/9/2024) malam, yang berlangsung di Grand City Surabaya, Jawa Timur.
Di awal penampilan, FjazzC, sebutan Fusion Jazz Community, memperkenalkan diri kalau mereka adalah sebuah komunitas.
“Setiap personel akan bergantian dan berasal dari generasi yang berbeda. Tapi, bisa disatukan oleh jazz,” terang Bang Ucok, saxophonist FjazzC.
Kemudian, para personel FjazzC mengucapkan terima kasih kepada penonton yang tetap setia menonton, walau penampil di panggung lain juga menarik untuk disaksikan.
Bang Ucok, sapaan akrabnya, melanjutkan, Jazz Traffic Festival berhasil membuktikan eksistensi fusion jazz di Kota Surabaya. “Fusion jazz adalah Jazz Traffic dan Jazz Traffic adalah fusion jazz,” sebutnya.
Tentang Jazz Traffic
Jazz Traffic sendiri awalnya adalah program siaran di Radio Suara Surabaya yang sudah mengudara sejak tahun 1983. Bahkan, Bubi Chen sang virtuoso musik jazz internasional dari Surabaya pernah terlibat dalam siaran Jazz Traffic sejak tahun 1985 sampai akhir hayatnya pada
tahun 2012.
Saat ini, siaran Jazz Traffic tidak hanya memperdengarkan komposisi-komposisi jazz, tapi juga mengenalkan sub genre Jazz Tradisional, Free Jazz, hingga Jazz Kontemporer. Selama mengudara, Jazz Traffic telah membentuk komunitas-komunitas jazz yang solid, tidak hanya di Kota Surabaya, tapi juga kota-kota lain di Indonesia.
Program Jazz Traffic yang dibidani Errol Jonathans ini, lantas diabadikan dalam sebuah acara live performance para musisi jazz Indonesia bertajuk Jazz Traffic Festival (JTF).
Jazz Traffic Festival digelar pertama kali pada 27-28 Nopember 2011 di Grand City Surabaya. Jazz Traffic Festival 2024 ini merupakan gelaran ke-11 kalinya. [uci/suf]






