Surabaya (beritajatim.com) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendorong Raperda Pelindungan dan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam harus memberi manfaat langsung. Regulasi ini diarahkan menjadi alat kehadiran negara untuk memperkuat posisi pembudi daya ikan dan petambak garam skala kecil.
“Fraksi PDI Perjuangan menolak Perda yang hanya bersifat administratif. Negara harus hadir secara nyata,” kata Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Abrari, S.Ag, Sabtu (24/1/2026).
Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa sejak awal mengambil sikap politik yang jelas agar regulasi berpihak pada kelompok rentan. Fokusnya mencakup perlindungan dari tekanan pasar, dampak perubahan iklim, dan ketimpangan akses sarana produksi.
“Perda ini harus menjamin kepastian usaha, dukungan infrastruktur, pendampingan teknis berkelanjutan, serta mitigasi risiko yang jelas,” ujar Abrari.
Selain pelindungan, fraksi menyebut pentingnya pemberdayaan yang membangun kemandirian. Pemberdayaan dimaknai sebagai penguatan kapasitas usaha rakyat, bukan pembagian bantuan jangka pendek.
“Pemerintah Daerah wajib memperkuat SDM, kelembagaan usaha, membuka akses pembiayaan yang adil, serta mendorong teknologi yang sesuai usaha kecil,” ucap politisi Dapil Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan itu.
Fraksi PDI Perjuangan juga meminta perbaikan koordinasi lintas sektor agar kebijakan perikanan dan garam terintegrasi. Perda harus selaras dengan ketahanan pangan, pengelolaan pesisir, dan pengentasan kemiskinan.
“Pembagian peran antarperangkat daerah harus tegas agar implementasi efektif,” katanya.
Aspek keberlanjutan lingkungan turut menjadi perhatian. Peningkatan produksi harus berjalan seiring perlindungan ekosistem perairan dan pesisir.
“Prinsip keberlanjutan dan keadilan ekologis harus menjadi roh Perda,” tegas Abrari.
Fraksi PDI Perjuangan memastikan pengawalan berlanjut hingga tahap pelaksanaan. Tujuannya agar Perda bekerja dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.
“Kami akan mengawal legislasi dan pengawasan pelaksanaannya,” pungkasnya.[asg/ted]






