Bondowoso (beritajatim.com) – Banner Bambang Soekwanto, kontestan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bondowoso 2024, terpampang di areal pelayanan Puskesmas.
Bambang Soekwanto adalah bakal calon bupati (bacabup) Bondowoso periode 2024-2029 yang telah ditetapkan oleh KPU setempat, Minggu (22/9/2024) kemarin.
KPU Bondowoso selain menetapkan pasangan calon Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir (BAGUS) juga menetapkan Abdul Hamid Wahid – As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD) sebagai rivalnya.
Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (P2 Datin) Bawaslu Kabupaten Bondowoso, Ismaili menjelaskan, ASN yang bertindak menguntungkan Paslon pasca penetapan terancam pidana.
“Subjek hukumnya adalah ASN, TNI/Polri, Kades/lurah sesuai dengan pasal 71 UU nomor 10 tahun 2016,” kata Ismaili kepada BeritaJatim.com, Senin (23/9/2024).
Sedangkan hukumannya tertuang di pasal 188 pada undang-undang yang sama. Yakni penjara antara 1-6 bulan dan denda Rp 600 ribu – Rp 6 juta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ternyata masih ada puskesmas yang memajang banner berisi foto Bambang Soekwanto di areal pelayanan.
Padahal, areal puskesmas maupun lembaga pendidikan terlarang dimuati alat peraga sosialisasi (APS) untuk Pilkada 2024.
Diketahui, Bambang Soekwanto sejak Agustus 2023 sampai Juli 2024 menjabat sebagai Pj Bupati Bondowoso.
Kemudian yang bersangkutan mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah (bacakada) Bondowoso.
Posisinya digantikan oleh Muhammad Hadi Wawan Guntoro yang kini juga menjabat sebagai Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur.
Dua bulan pasca pergantian itu, banner unsur pimpinan Pemkab Bondowoso yang lazimnya berubah, ternyata masih ada yang tertinggal.
Di Puskesmas Jambesari Darusholah misalnya. Masih terpampang foto Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto dengan Sekretaris Daerah Bondowoso, Haeriah Yuliati.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, Agus Winarno mengakui bahwa fenomena itu adalah sebuah keteledoran.
“Hari ini juga saya tindaklanjuti untuk segera diganti dengan banner Pj Bupati yang baru. Atau paling tidak, banner yang lama tidak lagi terpasang di sana,” kata Agus dikonfirmasi terpisah.
Namun, pihaknya meyakini bahwa masih adanya banner foto Pj Bupati yang lama tak ada unsur politis.
“Saya justru terima kasih kepada teman media yang menginformasikan. Ini kritik membangun dan menjadi evaluasi bagi kami,” jawabnya. (awi/ian)






