Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) menggelar mimbar akademik yang mengumpulkan seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Malang Raya dalam sebuah acara bertajuk “Sinergi Pembangunan Malang Raya”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (1/11/2024) di Auditorium UB dan menghadirkan para kandidat calon kepala daerah dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Para pasangan calon siap menyampaikan visi misi dan gagasan mereka tentang pembangunan wilayah Malang Raya ke depannya. Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyebutkan bahwa mimbar akademik ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Kota Malang, dan forum ini memiliki misi penting untuk menyatukan visi para calon kepala daerah guna membangun Malang Raya secara komprehensif.
“Melalui forum ini kita berharap bisa lahir pemimpin yang amanah, sehingga semua pimpinan daerah punya kesamaan visi dan misi untuk membangun Malang Raya,” ujar Prof. Widodo dalam sambutannya, Jumat (1/10/2024).
Menurut Prof. Widodo, setiap calon kepala daerah pasti memiliki berbagai upaya untuk membangun wilayah masing-masing. Namun, penting bagi mereka untuk bisa membangun sinergi dengan wilayah lain di sekitar Malang Raya, sehingga pembangunan bisa berjalan secara terpadu.
“Eranya sekarang adalah kolaborasi. Tentu masing-masing pimpinan daerah ingin membawa daerahnya tumbuh, tapi perlu sinergi dengan mitra di sekitar. Kalau bersinergi dan kolaborasi, maka pertumbuhan akan semakin cepat,” lanjutnya.
Prof. Widodo menekankan sejumlah potensi utama Malang Raya yang bisa terus dikembangkan melalui sinergi ini, salah satunya di sektor pariwisata. Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan di Malang Raya dalam setahun bisa mencapai 20 juta orang, dan ini mencakup wisatawan domestik maupun internasional.
“Kunjungan wisata di Malang Raya selalu meningkat. Masing-masing kepala daerah bisa bersinergi agar kunjungan semakin tinggi, khususnya bagaimana membuat Malang Raya bisa mendekati Bali,” jelasnya.
Selain pariwisata, sektor pendidikan di Malang Raya juga memiliki potensi besar. Prof. Widodo menyampaikan bahwa UB telah menjadi destinasi belajar bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
“Harapan kita soal bagaimana pendidikan kita tak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga internasional. Dengan potensi yang cukup besar ini, ekosistem pendidikan di Malang Raya harus ditumbuhkan,” tegas Prof. Widodo.
Ia juga berharap agar pemerintah daerah dan universitas bisa bekerja sama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mendukung pertumbuhan Malang Raya sebagai destinasi pendidikan internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua pelaksana kegiatan, Dr. M. Lukman Hakim, SIP, MSi., mengungkapkan bahwa mimbar akademik ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman para calon kepala daerah akan pentingnya sinergi antardaerah.
“Kami menganggap bahwa persoalan di Malang Raya tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu daerah saja. Misal kekeringan yang terjadi di Kota Malang, banyak sumur kering. Tetapi menyelesaikan kekeringan tidak hanya di Kota Malang saja, namun juga harus menyesuaikan hulunya di Kota Batu,” kata Dr. Lukman, yang juga dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB.
Menurut Lukman, upaya sinergi ini penting agar para calon kepala daerah bisa memahami perlunya menyelaraskan visi misi mereka. Utamanya dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berfokus pada kolaborasi.
“Terkait hal ini, kami menyiapkan pakta sinergitas, dimana setiap paslon berkomitmen ke depan untuk menyusun perencanaan pembangunan secara sinergis,” tambahnya.

Mimbar Akademik ini dihadiri oleh berbagai pasangan calon kepala daerah. Dari Kabupaten Malang hadir calon Bupati M. Sanusi dan calon Wakil Bupati Umar Usman, meski keduanya datang tanpa didampingi pasangan mereka masing-masing.
Di sisi lain, untuk Kota Malang, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota seperti Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin, Heri Cahyono-Ganis Rumpoko, dan M. Anton-Dimyati turut hadir. Dari Kota Batu, kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota seperti Nurochman-Heri Suryanto, dan Krisdayanti-Kresna Dewananta juga terlihat berpartisipasi, sedangkan pasangan Firhando Gumelar-M. Rudi tidak hadir dalam acara tersebut.
Prof. Widodo mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan harapannya bahwa mimbar akademik ini dapat menjadi langkah awal yang strategis bagi para calon kepala daerah untuk membangun Malang Raya secara terpadu. “Kita berharap hari ini gak hanya kampanye di masing-masing tempat, tapi berpikir holistik untuk memajukan Malang Raya,” tutupnya.
Dengan adanya acara ini, UB berharap mampu menyatukan berbagai pandangan para calon pemimpin daerah untuk membangun Malang Raya secara terpadu, sehingga ke depan wilayah ini dapat semakin maju dan menjadi daya tarik baik di bidang pariwisata maupun pendidikan yang dikenal secara nasional dan internasional. (dan/kun)






