Surabaya (beritajatim.com) – Forum Joint Working Group (JWG) XIII Indonesia-Prancis telah berlangsung di Graha Unesa, Surabaya. Program penguatan kerjasama ini diprioritaskan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sekjen Kemendikbudristek RI, Suharti mengatakan bahwa ratusan delegasi dari dua negara yang hadir dalam forum ini membahas kerjasama di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi, termasuk kebudayaan.
“Melalui JWG, kerjasama Indonesia dan Prancis yang terjalin baik selama ini bisa semakin kokoh. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset dua negara pun bisa semakin kuat,” katanya, Kamis (4/7/2024).
Ia menambahkan bahwa lewat kerjasama ini, harapannya proses dan hasil pendidikan dapat semakin berkualitas. Selain itu, juga akan banyak hasil riset yang bisa digunakan di dua negara.
“Aspek kerjasama melalui JWG ini difokuskan pada hal yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Jadi, prioritas kita yaitu fokus untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Suharti.
Sedangkan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone mengaku senang bisa mengkonkretkan kerjasama di bidang pendidikan tinggi ini. Menurutnya, program seperti pertukaran mahasiswa penting bagi kedua negara.
“Program seperti pertukaran mahasiswa sangat penting bagi dua negara. Kami harap banyak mahasiswa Indonesia yang datang dan belajar di kampus kami, dan begitupun sebaliknya,” katanya.
Fabien menyebut, kata kunci JWG yaitu penguatan kemitraan Indonesia dan Prancis yang sudah terjalin lama di bidang teknologi hingga agrikultur. Namun, kali ini, kerjasama fokus menjawab tantangan mutakhir di bidang pendidikan, termasuk ekonomi digital hingga ilmu sosial.
“Kami sangat percaya apa yang kami bangun melalui kerjasama ini sangat penting untuk transformasi pendidikan dan percepatan pembangunan di dua negara. Atas urgensi itulah kami melibatkan banyak sekali delegasi dalam JWG ini,” tuturnya.
Sementara Rektor Unesa Prof Nurhasan, sebagai tuan rumah menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kerjasama Indonesia-Prancis. Unesa sendiri ingin memperluas kerjasama internasional, salah satunya lewat kegiatan ini.
“Bidang potensial apa yang ada di Prancis dan apa yang ada di Indonesia bisa dikolaborasikan untuk sama-sama menjawab tantangan pendidikan melalui penguatan inovasi. Kalau bagi Indonesia, kita fokuskan untuk penguatan SDM mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” katanya. [ipl/suf]






