Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Bima Sakti menilai format baru Championship 2025/2026 yang menggunakan sistem triple round robin membawa dampak positif bagi perkembangan pemain muda Indonesia, terutama mereka yang berkompetisi di kasta kedua sepak bola nasional.
Kompetisi Championship musim ini resmi menuntaskan pekan terakhir dengan format baru yang membagi 20 tim ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Masing-masing tim menjalani total 27 pertandingan sepanjang musim, memberikan frekuensi bermain yang lebih tinggi dibanding format sebelumnya.
Menurut pelatih Persela Lamongan tersebut, bertambahnya jumlah pertandingan menjadi keuntungan besar bagi pemain, khususnya generasi muda, karena mereka mendapat lebih banyak menit bermain untuk meningkatkan kualitas teknis, mental, serta pengalaman bertanding di level kompetitif.
“Sebetulnya PSSI dan operator sudah mempertimbangkan. Dari segi banyaknya pertandingan, ini semakin baik untuk pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda yang bermain di Liga 2. Mereka jadi punya lebih banyak kesempatan bermain,” kata Bima.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa kompetisi dengan intensitas lebih tinggi dapat menjadi sarana efektif dalam pembinaan pemain nasional, sekaligus memperkuat fondasi sepak bola Indonesia ke depan.
Meski memberikan apresiasi terhadap format baru tersebut, Bima tetap menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh dari PSSI dan operator liga agar kualitas Championship terus meningkat dari musim ke musim.
“Ke depan saya pikir pasti ada evaluasi dari PSSI dan operator liga. Harapannya, kompetisi bisa semakin baik, lebih berkualitas, dan semakin kompetitif,” tuturnya. [fak/beq]






