Gresik (beritajatim.com) – Jumlah populasi sapi di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, terus menurun. Padahal, daerah tersebut dikenal sebagai tempat penghasil sapi berkualitas.
Untuk mengatasi persoalan itu, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga melakukan pendampingan untuk meningkatkan kembali populasi sapi.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, populasi sapi sejak 2018 sampai 2021 mengalami penurunan. Tahun 2018 populasi sapi mencapai 5.054 di Panceng, sedangkan tahun 2021 tinggal menyisakan 1.883 ekor.
Dari jumlah itu, ada penurunan populasi sapi 3.171 ekor. Penyebabnya, ada kendala pada reproduksi, kurangnya makanan bergizi.
“Yang paling utama makanan bergizi untuk sapi. Ini yang menjadi atensi bagi kami,” ujar Ketua Divisi Reproduksi FKH Unair, Tri Wahyu Suprayogi, Senin (18/12/2023).
Ia menjelaskan nantinya para peternak sapi di Panceng mendapatkan penyuluhan, dan praktek merawat sapi. Dengan perawatan yang benar maka reproduksi sapi akan sehat juga.
“Dalam pendampingan ini kami mengerahkan 11 dosen FKH Unair, 2 mahasiswa Unair dan 11 mahasiswa asal India,” paparnya.
Masih menurut Tri Wahyu Suprayogi, terkait kasus penurunan populasi ternak di Panceng juga disebabkan ada permasalahan reproduksi. Ini karena ada sapi mengalami gangguan reproduksi.
“Kami memberi penyuluhan, bahwa kandang harus bersih. Kemudian yang paling penting adalah makanan yang bergizi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada cara mengolah makanan ternak yang diberikan ke peternak. Memalui cara fermentasi dimana tidak hanya sekedar jerami namun meningkatkan gizi dari jerami tersebut. Selain fermentasi juga dengan cara silase dimana ditambahkan tetes sebagai probiotik.
“Jadi jerami tidak hanya kenyang tapi juga mengandung gizi dengan cara silase ini,” imbuhnya.
Cara ini kata Tri Wahyuni, bisa mengatasi persoalan pakan di Panceng. Pasalnya, makanan bisa bertahan hingga enam bulan. Apalagi di Panceng sering terjadi kekurangan pakan setiap musim kemarau.
“Kalau pakannya baik, akan meningkatkan reproduksi sapi. Kami akan terus mendampingi peternak, agar populasi sapi di Kecamatan Panceng kembali meningkat,” pungkasnya. [dny/beq]






