Sumenep (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korlap Sumenep bersama warga Dusun Dadap Desa Bringsang, Kecamatan/ Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, bergotongroyong tanam mangrove. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah abrasi
“Ada seribu bibit mangrove yang kami tanam di Gili Genting bersama warga setempat. Ini juga merupakan rangkaian kegiatan Festival Mangrove keenam,” kata Korlap FK3I Sumenep, Fadel Abu Aufa, Minggu (17/12/2023).
Ia juga memberikan arahan dan cara menanam mangrove serta perawatannya agar kedepan bibit mangrove bisa tumbuh dengan baik dan aman dari terjangan ombak .
“Nantinya cara tanam mangrove ini harus zig zag, supaya tahan terhadap terjangan ombak dan tumbuhnya bisa bagus. Selain itu, kalau zig zag, tumbuhnya aman dan menjaga ekologi pesisir pantai,” terangnya
Fadel mengatakan, upaya selanjutnya dari FK3I adalah melakukan monitoring ke lokasi penanaman bibit mangrove di empat desa di Gili Genting.
Penanaman Mangrove tersebut juga dihadiri perwakilan cabang Dinas Kehutanan wilayah Kabupaten Sumenep. Bibit mangrove yang ditanam tersebut merupakan bantuan Dinas Kehutanan Jawa Timur yang didistribusikan melalui Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korwil Jawa Timur Korda Madura Korlap Sumenep.
“Kami hadir ikut menanam bibit mangrove ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, supaya senantiasa menjaga dan melakukan upaya secara mandiri dalam merawat ekosistem pesisir,” ucap perwakilan Cabang Dinas Kehutanan wilayah Kabupaten Sumenep, Murtada.
Distribusi bibit mangrove tersebut merupakan rangkaian kegiatan Festival Mangrove VI se-Jawa Timur pada 26 Desember 2023, yang dipusatkan di Lapangan Merdeka PT Garam, Kecamatan Kalianget. (Tem/Aje)






