Jember (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasang target menjadi pusat agromedis Asia Tenggara pada 2025. Rencananya FK Unej akan bekerja sama dengan sejumlah negara.
“Rencananya tahun depan kita benchmarking mendatangkan ahli agromedis dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina, Amerika, dan Australia,” kata Dekan FK Universitas Jember Ulfa Elfiah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Selasa (27/6/2023).
Agromedis merupakan aplikasi ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan masyarakat pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Pilihan ini selaras dengan visi Universitas Jember yang bercita-cita mewujudkan masyarakat Agroindustri.
Menurut Ulfa, FK ingin memberikan perhatian lebih pada kesehatan masyarakat di lingkungan pertanian dan perkebunan, baik petani, keluarga petani, maupun konsumen produk pertanian. “Kami juga bekerja sama dengan Universitas Jember Medical Center atau UMC agar ke depan ada pusat layanan khusus agromedis di UMC. Insya Allah FK Universitas Jember akan memiliki pusat agromedis pertama di Indonesia,” katanya.
FK Unej juga ingin memberikan kontribusi bagi wilayah Tapal Kuda melalui berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ulfa mengatakan, pihaknya membentuk Kampung Albumin di Desa Jenggawahm Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.
“Di Kampung Albumin, dosen dan mahasiswa FK Universitas Jember melakukan pendampingan kepada kesehatan ibu dan anak agar terhindar dari stunting. Satu di antaranya diwujudkan dengan pendirian kolam ikan guna memenuhi asupan protein bagi anak-anak,” kata Ulfa.
Para dokter FK dengan beragam spesialisasi juga membantu peningkatan kesehatan warga Jember dan Tapal Kuda. “Kami memiliki spesialis orthopedi, spesialis bedah, spesialis syaraf, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis anastesi, spesialis kandungan dan lainnya,” kata Ulfa.
Bahkan FK Unej memiliki spesialis forensik dan kedokteran hukum atau medikolegal yang merupakan satu-satunya spesialis forensik yang ada di wilayah Tapal Kuda. “Target selanjutnya adalah membuka program studi spesialis yakni spesialis bedah dan spesialis anestesi, serta mewujudkan Rumah Sakit Pendidikan,” kata Ulfa. [wir]






