Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 15 pasangan finalis Cak dan Yuk Gresik 2023 sudah menjalani tes akhir. Sebelum diumumkan menjadi pemenang, mereka diminta mengenalkan potensi wisata di wilayah Gresik.
Aliyah (17) salah satu finalis Yuk Gresik mengatakan, banyaknya potensi wisata yang ada di Kabupaten Gresik diharapkan bisa mendatangkan investor.
“Jika terpilih menjadi Yuk Gresik, saya ingin ada investor yang mau mengembangkan sektor pariwisata. Jika ada harus cepat dikembangkan sekaligus mengenalkan wisata di Kabupaten Gresik tidak hanya nasional namun internasional,” katanya, Rabu (13/7/2023).
Selain wisata, lanjut dia, UMKM di Gresik harus dikembangkan secara masif. Ini karena sektor tersebut sudah banyak dikenal masyarakat luas.
“UMKM yang ada di Kabupaten tumbuh subur, dan potensi ini ditingkatkan lagi dengan menggandeng investor agar bisa naik kelas,” ungkap Yuk asal Kecamatan Gresik itu.
Sementara itu, Faisal finalis Cak Yuk asal Kecamatan Cerme menuturkan, dirinya siap memperkenalkan sarung tenun dari Wedani agar Go Internasional lagi. Menurut, produksi UMKM tenun itu merupakan penunjang perekonomian bagi masyarakat Cerme.
“Jika terpilih saya siap mensosialisasikan sarung tenun UMKM ini tidak hanya level nasional namun bisa ke manca negara,” tuturnya.
Terkait dengan ini, Wabup Gresik Aminatun Habibah, atau akrab dipanggil Bu Min, berpesan kepada finalis Cak dan Yuk, untuk terus mengikuti perkembangan informasi. Tujuannya agar tahu bagaimana dan seperti apa Kabupaten Gresik untuk dikenalkan kepada masyarakat secara luas.
“Terus gali potensi, selain wisata, dan makanan, pondok pesantren juga harus ikut diperkenalkan. Pasalnya, julukan Kabupaten Gresik sebagai kota santri dan kota wali yang di dalamnya terdapat banyak pondok pesantren,” paparnya.
BACA JUGA:
Nizam Zuhri Ingin Hari Jadi Kabupaten Gresik Diluruskan
Wakil bupati perempuan pertama di Gresik itu menambahkan, wisata heritage Bandar Grisse juga harus dikenalkan. Wisata tersebut mempunyai konsep penataan wisata kumuh bekerjasama dengan pemerintah pusat.
“Para finalis harus berliterasi untuk mengembangkan wawasan, agar tidak sekadar tahu. Namun, bagaimana orang bisa tertarik dengan apa yang ada di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. [dny/but]






