Yogyakarta (beritajatim.com)- Film film yang mengambil sisi kedaerahan makin banyak digarap oleh sutradara sutradara kenamaan di Indonesia. Beberapa film dengan tema kedaerahan kental seperti Ngeri-ngeri Sedap (Batak), Yowis Ben dan Lara Ati (Jawa Timur) serta masih banyak film lain. Kini Sutradara Kris Budiman merilis Film Mendung Tanpo Udan. Film dengan latar belakang Jawa Tengah dan Yogyakarta yang kental ini mengambil Eric Estrada dan Yunita Siregar sebagai pasangan pemain utama.
Awal mula Mendung Tanpo Udan merupakan buah karya dari Kukuh Kudamai yang dinyanyikan oleh Ndarboy Genk penyanyi asal Bantul Yogyakarta. Tak dinyana lagu ini menjadi viral kemudian Lagu Mendung Tanpo Udan yang populer dinovelkan oleh Fairuz Mumtaz. Karena lagu ini booming, akhirnya difilmkan bergenre drama romantis berbau komedi.
Pemeran utama Erick Estrada optimis dengan film berbahasa Jawa ini. Meski melibatkan pemain Jakarta, tak ada kesulitan dalam hal bahasa.
Kiprah Erick Estrada sendiri sudah tak diragukan dalam dunia film karena beberapa kali sempat terlibat sebagai pemeran dalam film film seperti Yowis Ben dan Lara Ati sebagai Lek Kamidi penarik becak, dalam Film Srimulat juga berperan sebagai Tessy yang menunjukkan totalitasnya berperan.
Aulia Deas yang berperan sebagai Petri mengaku banyak dibantu para senior. ”
“Dari proses latihan dibantu Mas Erick. Logat juga. Pokoknya sangat Challenging tapi kami happy,” ujar Aulia.
Yati Pesek menyebut, kekerabatan saat syuting membuat film ini bisa maksimal. Menghasilkan yang terbaik.
“Semoga menghibur bagi yang menonton, dan meninggalkan kesan,” ujar Yati Pesek.
Film ini berkisah tentang Udan, pemuda yang menempatkan tujuan hidupnya di persimpangan jalan, antara mengejar idealismenya sebagai musisi atau menjalani hidup secara realistis dengan bekerja seperti orang lain pada umumnya.
“Hubungan di masa pacaran yang beda prinsip. Bagaimana sulitnya menyatukan prinsip. Mendung dan Udan sama-sama keras kepala. Akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri,” terang Kukuh Kudamai saat press conference di Empire XXI Yogyakarta
Film besutan sutradara Kris Budiman ini 90 persen berbahasa Jawa. Adapun pengambilan syuting selama 17 hari di DIY melibatkan 3 kota kabupaten yakni Kota Yogya, Bantul dan Kulonprogo.
Para pemain terdiri dari Erick Estrada (Udan),
Yunita Siregar (Mendung), Aulia Deas (Petri), Kery Astina (Awan), Marcell Darwin (Will), Bimacho (Mas Joss), Migga Sadewa (Bejo), Kaisar Kumis (Gento), Kukuh Prasetya (Kukuh Kudamai), Narpati Awangga (Mas Tommy), Wijil Rachmadhani (Regina), Yati Pesek (Bu Retno), Jenda (Sangit), Tommy Lee (Kartolo). [aje]






