Surabaya (beritajatim.com) – Sukses dengan loka drama, kini Bayu Skak mempersembahkan film Lara Hati ke layar lebar.
Film yang akan tayang perdana 15 September 2022 mendatang menghadirkan suasana kota Surabaya dan mengangkat budaya lokal.
Bukan hanya itu, film ini juga sejalan dengan BASE Entertainment yang percaya bahwa pendekatan “hyper-local” dan keberagaman sangat penting untuk kemajuan perfilman Indonesia.
“BASE sangat tertarik dengan storytelling Bayu terutama semangatnya untuk mengangkat budaya lokal dari tempat dia berasal”, ujar Shanty Harmayn.
Selain mengambil latar kota Surabaya dan dinarasikan dalam bahasa Jawa, film ini melibatkan sebagian besar kru dan pemain dari Jawa Timur termasuk para pemain ludruk legendaris. Musik menjadi bagian yang penting dan memberi keunikan dalam pengalaman menonton film Lara Ati.
Menurut Bayu, melalui film Lara Ati, Bayu mengangkat kisah dari pergulatan yang dialami banyak orang ketika memasuki fase dewasa, atau seringkali dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis.
“Lara Ati artinya sakit hati. Semua orang pasti pernah merasakan momen sakit hati dalam hidupnya, mulai dari tuntutan orang tua, tekanan untuk hidup yang mapan, tekanan pekerjaan,besar gaji, hingga keinginan pasangan”, ujar Bayu Skak.
“Bukan hanya itu, cerita Lara Ati ini terhubung dalam kehidupan pribadi masing-masing masyarakat saat ini, pasti bisa berhubungan banget dengan film ini”, tambah Bayu.
Film dengan tagline “Urip Lan Karep Ora Sedalan” atau “Hidup dan Keinginan Tidak Sejalan” ini dibintangi oleh banyak bintang muda.

Selain Bayu Skak, ada Tatjana Saphira,Sahila Hisyam, Dono Pradana, Keisya Levronka, Ciccio Manassero, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, dan juga didukung oleh banyak sekali sosok dari Jawa Timur.
Selain itu, Bayu juga mengajak seniman ludruk legendaris Jawa Timur, yaitu Cak Kartolo, Cak Sapari, Ning Tini, Eko Londo, dan Cak Silo.
Sebelum film tayang di bioskop, BASE Entertainment bersama Sinemart dan Skak Studios, merilis LokaDrama Lara Ati dengan latar waktu dua tahun sebelum cerita di film Lara Ati.
Sebagai tayangan serial televisi, LokaDrama Lara Ati ini konsisten menempati posisi 10 besar rating tv nasional selama 2 minggu dan mendapatkan hingga 26% share di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, LokaDrama Lara Ati juga mendapatkan respon besar dan sangat
positif secara digital.
LokaDrama Lara Ati tayang mulai 15 Agustus hingga sekitar 13 September, dengan penutup kisahnya ada di film Lara Ati. LokaDrama Lara Ati bisa disaksikan di SCTV dan aplikasi Vidio.
“Orang bilang, tidak kenal, maka tidak sayang. Melalui Loka Drama Lara Ati, kami berusaha untuk memperkenalkan dunia, karakter dan seluruh dinamika kehidupan di Universe Lara Ati kepada penonton Indonesia” ungkap Produser dan Chief Business BASE Entertainment. (way/ted)






