Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Putri Indonesia siap menghadapi Arab Saudi dalam FIFA Matchday pada 20 Februari 2025 mendatang. Pelatih Satoru Mochizuki menegaskan bahwa tim yang dibawanya merupakan kombinasi antara pemain senior dan pemain muda sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun skuad yang lebih kompetitif.
Setelah menjalani pemusatan latihan sejak 2 Februari di Surabaya, Timnas Putri kini memasuki fase akhir persiapan sebelum bertolak ke Arab Saudi. Dalam sesi latihan terakhir yang digelar di Lapangan Unesa Surabaya, Sabtu (15/2/2025), Mochizuki menurunkan intensitas latihan guna menjaga kebugaran pemain sebelum perjalanan panjang ke Timur Tengah.
“Kemarin sudah kita umumkan 18 pemain yang akan berangkat ke Saudi di pertandingan FIFA Matchday dan sisanya 20 pemain akan berangkat ke Jepang,” ujar Mochizuki.
Tim yang diberangkatkan ke Arab Saudi terdiri dari 18 pemain, termasuk dua pemain diaspora, Sydney Hopper dan Estella Loupatty. Pemilihan ini bukan sekadar mempertimbangkan pengalaman, tetapi juga memberi kesempatan bagi talenta muda untuk beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional.
“Jadi kita bawa pemain ke Arab ini memang sangat terbatas hanya 18, dari jumlah itu kita juga hanya bawa 2 pemain diaspora yakni Sydney Hopper dan Estella Loupatty,” tambahnya.
Pertandingan FIFA Matchday melawan Arab Saudi menjadi kesempatan bagi Timnas Putri untuk mengukur kekuatan sebelum menghadapi turnamen besar di masa depan. Selain itu, laga ini juga akan berpengaruh pada peringkat FIFA Timnas Putri Indonesia.
Pelatih Mochizuki menyebut bahwa meski FIFA Matchday bukan turnamen resmi, pertandingan ini tetap memiliki tekanan tersendiri karena melibatkan tim nasional dari negara lain. Oleh karena itu, fokus utama saat tiba di Arab Saudi adalah adaptasi dengan kondisi cuaca serta penyempurnaan taktik.
“Pemilihan 18 pemain ini sudah menjadi pertimbangan khusus karena tim pelatih ingin mengombinasi antara pemain senior dan pemain junior. Setelah turnamen ini selesai, semua pemain akan kembali berkumpul untuk training camp,” jelasnya.
Selain 18 pemain yang berangkat ke Arab Saudi, Timnas Putri juga mengirimkan 20 pemain lainnya ke Jepang untuk mengikuti turnamen. Langkah ini merupakan bagian dari strategi PSSI dalam memberikan jam terbang bagi para pemain, terutama mereka yang masih dalam tahap pengembangan.
Keputusan membawa kombinasi pemain senior dan muda ke Arab Saudi menandai upaya Timnas Putri Indonesia dalam membangun tim yang lebih solid untuk kompetisi mendatang, termasuk ASEAN Women’s Championship 2025. Dengan menghadapi lawan sekelas Arab Saudi di laga internasional, para pemain diharapkan bisa mengasah mental bertanding sekaligus meningkatkan kualitas permainan mereka.
Sebelum berangkat, Timnas Putri telah berlatih dua kali sehari di Surabaya dengan fokus pada kebugaran dan taktik. Mochizuki berharap para pemainnya bisa tampil maksimal dan membawa hasil positif dari Arab Saudi. [way/beq]






