Malang (beritajatim.com) – Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) Malang bareng University of Leeds, Inggris, melakukan kerjasama sejumlah program. Salah satu program kerjasama tersebut yaitu Double Degree.
Pembicaraan kerjasama ini berlangsung di Ruang Sidang 3 Lantai 6 Gedung A FH UB, Rabu (15/5/2024). Dari University of Leeds hadir Dr. Trevir Graham Clark yang berdiskusi dengan jajaran pimpinan FH UB.
Dekan FH UB, Dr. Aan Eko Widiarto, SH., M.Hum., menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah kehadiran Visiting Scholar, Dr. Trevor Graham Clark dari University of Leeds ke Fakultas Hukum UB. Visiting ini diharapkan bisa memperkaya wawasan akademik para mahasiswa di Fakultas Hukum UB.
“Rencananya, kolaborasi masa depan antara FH UB dan Leeds mencakup berbagai inisiatif, seperti kolaborasi penelitian untuk mengembangkan proyek penelitian bersama yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kedua universitas,” ucap Aan Eko.
Kolaborasi dalam visiting scholar berbentuk pertukaran dosen antara UB dan Leeds selama beberapa bulan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Ada juga dukungan studi PhD yang menyelenggarakan webinar dan memberikan bantuan dalam penyusunan proposal serta aplikasi studi PhD di luar negeri.

“Mungkin juga ada program double degree yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana di UB dan melanjutkan program master di Leeds. Leeds memiliki program serupa dengan universitas di Malaysia, namun berfokus pada kombinasi sarjana dan master,” ucap Dr. Aan.
Menurut Dr. Aan, program Double Degree dianggap sebagai peluang besar. FH UB punya sumber daya yang cukup untuk mempersiapkan mahasiswa sarjana yang akan melanjutkan program Magister di tahun ketiga di Leeds.
Saat ini, terdapat 12 mahasiswa program internasional. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 40 mahasiswa di tahun depan.
“Ini menjadi peluang untuk mempersiapkan mahasiswa kita mengikuti program Double Degree di Leeds,” kata Dr. Aan.
Dengan kolaborasi ini, FH UB berharap dapat memberikan pengalaman akademik yang lebih kaya bagi mahasiswanya. “Kami harap ini bisa memperkuat hubungan internasional yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua institusi,” tutupnya. [dan/beq]






