Ringkasan Berita:
- Mahasiswa PBSI UNESA Kampus 5 Magetan menggelar Festival Suara Sastra dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026.
- Festival menghadirkan pameran puisi, dramatisasi sastra, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan musik mahasiswa.
- Puisi mahasiswa diolah menjadi karya visual artistik agar lebih dekat dengan generasi muda.
- Kegiatan juga diintegrasikan dengan pelatihan guru, penulisan kreatif, dan sosialisasi UKBI.
Magetan (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya Kampus 5 Magetan menggelar Festival Suara Sastra dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi sastra, seni pertunjukan, dan edukasi yang melibatkan mahasiswa, pelajar, guru, hingga masyarakat umum.
Festival berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan menghadirkan berbagai agenda kreatif, mulai dari pameran puisi mahasiswa, dramatisasi karya sastra, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan musik mahasiswa.
Rangkaian kegiatan itu menjadi wadah apresiasi sastra sekaligus sarana pengembangan kreativitas generasi muda di tengah perkembangan budaya digital.
Salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung adalah Pameran Puisi Mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, puisi tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tulisan, tetapi juga diolah menjadi karya visual artistik yang lebih komunikatif dan modern.
Pendekatan tersebut dilakukan agar sastra lebih mudah dipahami dan dinikmati masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
Pameran puisi itu dibimbing dosen pengampu mata kuliah Apresiasi Puisi, Septia Rizqi Nur Abni dan Ulinnuha Madyananda.
Mahasiswa diarahkan untuk memadukan unsur bahasa, desain visual, dan seni rupa sehingga karya sastra tampil lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pada sesi pertunjukan seni, mahasiswa juga menampilkan dramatisasi sastra dan musikalisasi puisi yang dipadukan dengan aransemen musik modern.
Penampilan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari penonton karena menghadirkan pengalaman menikmati sastra dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, Festival Suara Sastra juga dijadikan media pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Mereka dilibatkan dalam proses pengelolaan acara, kerja sama tim, hingga manajemen kegiatan untuk mengasah kemampuan organisasi dan kepemimpinan.
Septia Rizqi Nur Abni yang juga Pembina Kemahasiswaan PBSI Kampus 5 UNESA menegaskan bahwa sastra harus terus dihadirkan di ruang publik agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.
“Sastra tidak boleh berhenti hanya sebagai hafalan teori di dalam ruang kelas. Ia harus diwujudkan menjadi aktivitas kreatif dan pertunjukan yang bernyawa agar tetap relevan dan dicintai oleh generasi muda,” ujar dosen yang akrab disapa Rizqi Senyum itu.
Festival Suara Sastra juga diintegrasikan dengan berbagai kegiatan edukatif seperti pelatihan guru terkait penyusunan soal TKA, pelatihan penulisan kreatif bagi siswa, serta sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Melalui kegiatan tersebut, PBSI UNESA Kampus 5 Magetan berharap dapat memperkuat budaya literasi, kreativitas, serta kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia di tengah arus perkembangan teknologi digital. [fiq/beq]






