Surabaya (beritajatim.com) — Puluhan kuliner nusantara kembali memanjakan lidah para pecinta makanan di Festival Kuliner Pasar Guyub yang digelar di Grand City Mall Surabaya mulai 11 hingga 22 Juni 2025. Mengusung tema #SatuRasaSatuIndonesia, festival ini menghadirkan kekayaan rasa dari berbagai penjuru Nusantara yang telah dikurasi dengan cermat.
CEO Samsaka Group, Febriyanto Rachmat mengatakan bahwa para peserta yang terlibat dalam festival ini dipilih secara selektif untuk mewakili cita rasa otentik kuliner khas Indonesia. Salah satu menu yang menjadi sorotan adalah Gudeg Koyor Yu Tin Jogja, sajian khas Yogyakarta yang unik karena menggunakan koyor atau urat sapi yang kenyal dan gurih, menciptakan sensasi tekstur menarik saat disantap bersama gudeg manis.
Tak hanya dari Yogyakarta, pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner khas Semarang, seperti Nasi Ayam Bu Noto, sajian legendaris dari Toko Oen Semarang 1930, hingga Empal Gentong Mang Darma 1947 asal Cirebon. Tak ketinggalan Asinan Betawi Permata dan Bolosego Jogja juga turut memeriahkan festival kuliner ini.
Festival ini juga menghadirkan jajanan lawas yang menggugah nostalgia. Kue Lumpur Kentang dan Wolak Walik Semarang, Apem Beras Bu Siti 1954 dari Pasar Ngasem Jogja, Ketan Susu Kemayoran 1958, hingga Serabi Hijau dan Es Cendol Hijau 11 Bersaudara menjadi incaran para pengunjung.
“Pengunjung bisa menikmati aneka kuliner yang terkenal di tempat asalnya hanya dengan mengunjungi Festival Kuliner Pasar Guyub di Grand City Mall Surabaya,” terang Febriyanto Rachmat, CEO Samsaka Group / Jiiscomm.
“Selain itu Festival ini menjadi momen yang tepat untuk merayakan sekaligus melestarikan kekayaan kuliner khas Indonesia. Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang patut dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang,” imbuhnya.
Senior General Manager Grand City Mall Surabaya, Agustine, menambahkan bahwa Pasar Guyub bukan sekadar festival makanan, melainkan juga ruang kolaborasi dan promosi bagi pelaku usaha kuliner lokal. “Event ini melibatkan kolaborasi dengan Key Opinion Leaders (KOL) dan media sehingga memperluas jangkauan promosi sekaligus menawarkan pengalaman yang edukatif dan interaktif bagi keluarga,” ujarnya.
Salah satu pengunjung, Ardian Yosan, pecinta kuliner asal Gunungsari Surabaya mengaku senang bisa mencoba berbagai sajian khas yang belum pernah ditemui sebelumnya. Ia menyebut Es Selendang Mayang sebagai salah satu menu yang mencuri perhatiannya.
“Dari dulu pengen banget coba ini, tapi belum kesampaian. Jadi akhirnya ada di sini dan ini menjadi pilihan saya untuk mencoba. Ternyata memang khas banget dari selendang mayangnya dengan warna-warni dan sentuhan santan dan sirup berwarna merah serta beberapa topping di dalamnya seperti buah nangka,” tutup Ardian.
Festival Kuliner Pasar Guyub tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi perayaan atas kekayaan rasa, budaya, dan kreativitas kuliner Indonesia yang terus hidup di tengah masyarakat urban. [way/ian]






