Magetan (beritajatim.com) – Magetan kembali memberi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas bermusik mereka.
Melalui rangkaian kegiatan Festival Plaza nDoyo 2025, Pemerintah Kabupaten Magetan menyiapkan Festival Band Pelajar Kabupaten Magetan 2025, sebuah ajang kompetisi musik yang diharapkan mampu menjadi wadah ekspresi sekaligus memperkuat solidaritas generasi muda.
Di tengah derasnya digitalisasi dan kemudahan akses informasi, para remaja dihadapkan pada berbagai tantangan—mulai dari pergaulan bebas hingga potensi penyalahgunaan narkoba.
Minimnya ruang ekspresi kreatif kerap membuat energi positif mereka tidak tersalurkan. Karena itu, kegiatan festival band ini digelar untuk memberi panggung bagi pelajar Magetan menuangkan bakat seni musik dalam bentuk yang sehat dan konstruktif.
Festival ini dijadwalkan berlangsung Jumat, 12 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB di Plaza Ndoyo, Jl. Hasanuddin No. 20 Magetan.
Peserta berasal dari band sekolah maupun band lintas sekolah, dengan seluruh personel merupakan pelajar maksimal kelas XII. Setiap band beranggotakan maksimal tujuh orang, dan satu personel diperbolehkan tampil di dua band dengan ketentuan berbeda kategori.
Pendaftaran digratiskan dan dibuka hingga 10 Desember 2025 melalui tautan yang disediakan panitia. Peserta wajib mengikuti technical meeting yang digelar pada hari yang sama di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan.
Setiap band akan tampil selama 15 menit, membawakan dua lagu: satu lagu wajib dan satu lagu bebas. Lagu wajib dipilih dari daftar tujuh lagu populer karya band-band rock Indonesia, seperti “Beraksi” (Kotak), “Semut Hitam” (God Bless), hingga “Antara Ada dan Tiada” (Utopia).
Untuk lagu bebas, peserta diberi kebebasan membawakan karya apa pun, bahkan lagu ciptaan sendiri selama tidak mengandung unsur SARA atau pornografi.
Panitia menyediakan perlengkapan dasar seperti drum, ampli, dan gitar, sementara kebutuhan tambahan dapat dibawa sendiri oleh peserta dengan koordinasi sebelumnya. Seluruh penampilan akan dinilai oleh tiga juri, dengan dasar penilaian yang akan dijelaskan pada saat technical meeting.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan acara, peserta dilarang keras melakukan tindakan yang mengandung unsur politik, SARA, atau pornoaksi. Penggunaan obat terlarang, minuman keras, hingga tindakan provokatif juga akan langsung berujung diskualifikasi. Setiap band yang membawa supporter diwajibkan mengoordinasi mereka agar tertib selama acara berlangsung.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia akan memberikan penghargaan kepada enam band penyaji terbaik berupa sertifikat dan uang pembinaan.
Melalui festival ini, diharapkan para pelajar Magetan dapat terus menumbuhkan kecintaan pada seni budaya, meningkatkan kemampuan bermusik, serta mempererat persatuan di antara generasi muda. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini digagas sebagai ruang aman bagi mereka untuk tumbuh, berkreasi, dan berkolaborasi dalam suasana damai. (fat/ted)






