Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) sukses mengadakan 2nd Economic, Business, Entrepreneurship & Social Science International Conference (Ebessic). Acara ini merupakan rangkaian dari Inbound Mobility Program dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK).
Ebessic 2023 berlangsung secara hybrid (luring) bertempat di Hall Gus Dur Lantai 7 Gedung Pasca Sarjana Unisma Rabu (13/12/2023) lalu. Hadir secara langsung Maslichah, SE. M.Si, Ak., CA. selaku Bendahara Yayasan Unisma beserta jajaran, Prof. Junaidi Mistar Wakil Rektor 1 dan jajaran Rektorat Unisma, Nur Diana, SE., M.Si. selaku Dekan FEB Unisma, pimpinan, dosen FEB Unisma, dan mahasiswa baik dari Unisma maupun UMK.
Dekan FEB Unisma menyampaikan selamat datang pada peserta 2nd Ebessic 2023 yang akan membahas isu terkini bidang ekonomi, bisnis, wirausaha dan ilmu sosial. Tujuan dari konferensi ini adalah untuk mempertemukan peneliti dan praktisi di seluruh dunia untuk berbagi ide baru dan menyajikan perkembangan terkini.
“Saya senang menyambut anda semua di Ebessic kedua yang diselenggarakan oleh FEB Unisma. Tujuan dari konferensi hybrid ini adalah untuk mempertemukan para peneliti dan praktisi di seluruh dunia untuk berbagi ide baru dan menyajikan perkembangan terkini dalam bidang teoretis dan praktis bidang ekonomi, bisnis, kewirausahaan, dan ilmu sosial,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis, Senin (18/12/2023).
Konferensi tahun ini mempertemukan peserta dari Inggris (UK), Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Palestina, China, dan Indonesia untuk membahas isu terkini. Diana menyampaikan 2nd Ebessic menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai negara.
“Saya merasa terhormat kedatangan pembicara terkemuka di konferensi ini, Saya harap semua peserta konferensi meluangkan waktunya tidak hanya untuk presentasi makalah, tetapi untuk terlibat satu sama lain secara aktif dan mengambil kesempatan untuk mengembangkan hubungan profesional mereka lebih lanjut,” lanjut Diana.

Para pembicara meliputi, Dr. Muhammad Zulfaris Bin Mohd Salleh dari Universiti Malaysia Kelantan, Dr. Ziyad Amjad Abdulrazzak Aghwan dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Dr. Shadi Emad Alhaleh dari Hankou University Wuhan, China & Palestine. Kemudian ada Mufti Faraz Adam sebagai Director Fasset Islamic United Kingdom, dan Harun Al Rasyid, Ph.D. dari FEB Unisma.
Dekan menyampaikan terima kasih pada berbagai pihak yang berkontribusi atas terlaksananya 2nd Ebessic 2023. Menurutnya, konferensi ini tidak akan terlaksana tanpa upaya dan dedikasi dari berbagai pihak yang sudah berkontribusi dalam berbagai proses sehingga acara ini terlaksana.
“Atas dedikasi mereka, saya dengan tulus menyampaikan penghargaan saya. Terima kasih saya sampaikan pada mitra institusi: Universiti Malaysia Kelantan, UNISSA Brunei Darussalam, Hankou University Wuhan China, Universitas Negeri Malang, yang memberi dukungan dalam konferensi ini,” tutur Dekan.
Dekan juga menyampaikan terimakasih kepada Universitas Muslim Indonesia Makassar, Engineering Faculty Universitas Islam Malang, UINSI Samarinda, UIMSYA Blokagung Banyuwangi, STIE YKPN Yogyakarta, Universitas Malikussaleh Aceh, dan Fasset Islamic United Kingdom.
Secara umum Ebessic 2023 mengusung tema ‘Forging Sustainable Future in The Digital Economy Amid Global Uncertainty’, konferensi Internasional ini diselenggarakan dengan topik antara lain strategic management; Economics; Islamic Economics; Economics of Public Policy; International Trade; Macroeconomic; Islamic Accounting; Financial Accounting; Auditing; Management Accounting; Taxation.
Kemudian ada juga tentang social Accounting; Forensic Accounting; Islamic Finance; Corporate Finance; Financial Markets; Investments; Quantitative Finance; Risk Management and Derivatives; Quantitative Methods; Global Business & Management; Business Ethics; Human Resource Management; Organizational Behavior; Management of Innovation; Entrepreneurship; Supply Chain Management; Accounting Information System; dan lain-lain. [dan/beq]






