Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) kembali menghelat Training of Trainer (ToT) digital accounting untuk dosen dan tenaga pendidik (tendik) program studi akuntansi. Acara ini merupakan implementasi kerjasama FEB UNISMA dengan PT. Tekno Solusindo berlangsung selama 5 hari.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Nur Diana S E, M.Si., mengatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) kompeten yang berkarakter 5.0 menjadi tuntutan dunia industri. Harusnya tidak ada gap antara perguruan tinggi dan dunia industri.
“Dunia industri mayoritas dalam pekerjaannya didukung teknologi, termasuk kebutuhan akuntansi perusahaan telah mencapai tahap kompleks. Oleh sebab itu, penggunaan software akuntansi diperlukan untuk mempertahankan kinerja perusahaan sehingga tetap unggul kompetitif secara operasional untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas maupun perolehan profitabilitas perusahaan,” ujar Diana.
Jika sebelumnya akuntansi bersifat konvensional dengan semua input, penyusunan jurnal, dan laporan keuangan masih diproses secara manual. Software akuntansi berperanan penting untuk memutuskan kebijakan keuangan yang tepat sesuai realitas kinerja perusahaan yang objektif.
“Di era digital ini, akuntan berperan semakin penting yang menyebabkan lulusannya harus didukung kemampuan teknologi termasuk dosen. Kemudian tendik sebagai pendukung dosen agar dapat memberi transfer knowledge pada mahasiswa.
“Kompetensi dosen perlu didukung dengan memberikan pelatihan dan program sertifikasi accounting tool,” ujar Dekan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan Kehadiran Accounting Tool berupa Accurate Accounting Software menjadi program akuntansi yang user friendly. Selain itu, Job costing software memudahkan dalam menyusun laporan keuangan, laporan laba rugi, dan lainnya.
Laporan mengcover lebih dari 250 jenis laporan keuangan. Apalagi Materi pelatihan adalah berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan). Dengan software akuntansi setelah pelatihan ini peserta diharapkan memahami praktik akuntansi secara mendalam berdasar standar akuntansi yang berlaku dan dapat menyusun laporan keuangan berbasis PSAK.
BACA JUGA:
FEB Unisma Datangkan Pakar dari Jepang Kuatkan Entrepreneur
TOT ini dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi Certified Accurate Professional (CAP) di Laboratorium Digital Accounting lantai 2 FEB Unisma. Acara yang digelar awal Agustus 2023 lalu dengan pola 36 Jam dilanjutkan dengan ujian sertifikasi CAP untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian para dosen dan tendik.
“Dalam proses pembelajaran dapat terjadi transfer of knowledge dan skill di bidang digital accounting yang dirasa dapat memenuhi tuntutan era revolusi industri 4.0. Salah satu kompetensi lulusan Program sarjana S1 harus sejalan dengan profil lulusan yang didukung kompetensi bidang teknologi,” katanya.
Kemudian, kegiatan pelatihan seperti ini, diharapkan para peserta pelatihan yaitu para dapat meningkatkan kemampuan. “Kami berharap juga dengan peningkatan kompetensi dapat berdampak meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas para lulusan,” ujarnya mengakhiri.
Di samping itu Muhyiddin, S.Ak., M.Ak., CAP., trainer dalam acara ToT ini mengatakan bahwa pendidikan Indonesia ini butuh sentuhan dari sisi praktisi. Mahasiswa yang lulus nantinya diharapkan menjadi lulusan yang profesional di bidang profesinya. Mahasiswa juga diharapkan punya bekal ketika lulus sesuai kebutuhan dunia industri.
BACA JUGA:
FEB Unisma Gelar Syukuran dan Culture Performance
“Kami memberi solusi agar mahasiswa ini ketika lulus tidak hanya mendapatkan gelar akademik tetapi juga akan mendapatkan gelar sertifikasi profesi. Gelar ini akan diakui oleh para Industri khususnya untuk Industri Akuntansi dan Keuangan,” tuturnya.
Gelar tersebut bernama Certified Accurate Professional atau disingkat CAP. CAP ini adalah satu gelar agar seorang mendapatkan suatu ilmu terkait Komputer Akuntansi dan menjadi konsultan bidang implementasi sistem Akuntansi. “Disinilah peluang yang sangat besar untuk lulusan nantinya,” ujar Muhyidin mengakhiri. [dan/but]






