Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, pasangan calon nomor urut 2, berjanji akan merangkul semua pihak untuk membangun tim yang kuat dalam membangun Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal ini dikemukakan keduanya dalam pidato penutup debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, Jawa Timur, putaran kedua, di Ball Room Cempaka Hill, Sabtu (9/11/2024) malam.
Fawait mengatakan dirinya hanyalah anak muda yang ingin melihat tanah kelahirannya bisa maju. “Kami tidak ingin orang miskin di Jember semakin tinggi, pengangguran semakin tinggi, ketimpangan semakin tinggi. Kami akan merangkul semuanya,” katanya.
“Kalau nanti kami menang, kami akan merangkul 01. Kalau kami juara akan merangkul juga 01.Maka ke depan, kami membutuhkan super team bukan super man,” kata Fawait.
“Komitmen saya dan Pak Djoko, tidak boleh ada lagi kepala dinas atau sekda yang dikorbankan. Kasihan mereka punya keluarga, sanak famili. Tidak boleh lagi ada kepala desa yang diganggu kinerjanya, karena desa merupakan ujung tombak pembangunan,” kata Fawait.
“Kami akan pastikan ke depan akan merangkul gen Zm milenial dengan membuat sebuah badan, dan memanggil orang-orang top di luar Jember untuk membangun Jember,” kata Fawait.
Sementara itu, Djoko mengatakan, pemerintah tak boleh hanya mengejar prestise penghargaan. “Mengejar penghargaan itu baik. Tapi kalau penghargaan itu sebatas kepentingan entertaint yang jauh daripada tujuan mengelola daerah yang tidak berimplikasi pada insentif fiskal, sebagaimana diatur peraturan Menteri Keuangan, itu sangat disayangkan. Apapun yang dilakukan pemerintah harus berimplikasi pada kesejahteraan rakyat,” katanya.
Pilkada Jember diikuti dua pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1, Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan, dan didukung dua partai non parlemen yakni Partai Ummat dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait-Djoko Susanto diusung tujuh partai parlemen di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Golkar, PAN, dan PPP. Selain itu ada tujuh partai nonparlemen yang juga mendukung.
Dalam debat putaran kedua ini, Komisi Pemilihan Umum Jember mengambil tema besar Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi, dengan subtema hak asasi manusia; manajemen birokrasi; korupsi, kolusi, nepotisme; infrastruktur publik; dan transportasi dan informasi. [wir]






