Pacitan (beritajatim.com) – Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi ikan tangkap tertinggi di Indonesia, mencapai sekitar 624 ribu ton per tahun. Di Pacitan, Pelabuhan Perikanan Tamperan menjadi salah satu sentra pendaratan ikan di pesisir selatan yang ikut menyumbang capaian tersebut. Namun, melimpahnya hasil tangkapan belum diimbangi dengan fasilitas pelabuhan yang memadai.
Rokhani, salah satu nelayan Pacitan, mengeluhkan kondisi fasilitas pelabuhan yang dinilai belum memenuhi standar. Banyak kapal besar bersandar, tetapi lebar pelabuhan terbatas.
“Selain itu, sudah dua tahun tidak dilakukan pengerukan, sehingga pendangkalan mengganggu aktivitas,” ujarnya saat menerima bantuan peralatan nelayan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ratusan nelayan lainnya di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Selasa (12/8/2025).
Ia menyebut kapasitas pelabuhan saat ini hanya mampu menampung sekitar 26 kapal, sehingga sisanya terpaksa parkir di luar pelabuhan. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas bongkar muat dan berpotensi menurunkan mutu ikan. Nelayan juga menyoroti pelayanan pengecekan fisik kapal yang dilakukan petugas ketika pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Pemeriksaan belum dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.
Menanggapi keluhan nelayan, Gubernur Khofifah menyatakan akan merespons permintaan tersebut. Menurutnya, dua hal itu penting untuk mendukung peningkatan produktivitas tangkapan ikan di Pacitan.
“Tentu tidak tiap tahun di semua pelabuhan bisa dilakukan pengerukan. Pengerukan di Pelabuhan Mayangan insyaallah sudah dianggarkan. Mudah-mudahan di Pelabuhan Tamperan juga segera dilakukan pengerukan dan perluasan break water atau pemecah gelombang. Saya tadi sudah kontak tim di TAPD,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Muhammad Isa Ansori, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim, menyerahkan bantuan berupa alat tangkap jaring sejumlah 100 unit senilai Rp70 juta, serta e-BKP atau dokumen elektronik Buku Kapal Perikanan untuk 10 nelayan.
“Alhamdulillah hari ini kita berkesempatan menyerahkan bantuan untuk para nelayan di Pelabuhan Tamperan Pacitan. Kita berharap bantuan ini bisa bermanfaat dalam mendongkrak produktivitas perikanan, serta kesejahteraan nelayan,” kata Khofifah. (tri/ian)






