Surabaya (beritajatim.com) – Tim Fakultas Teknik Unesa (Universitas Negeri Surabaya) menciptakan mesin presto otomatis untuk mendukung para pengusaha bandeng presto di Sidoarjo yang masih menggunakan alat manual.
Ketua Tim Inovasi Bellina Yunitasari mengungkapkan bahwa mesin tersebut dilengkapi dengan pengaturan waktu, tekanan hingga suhu. Sehingga, proses memasak menjadi lebih efektif tanpa khawatir makanan menjadi hancur.
“Kan gak gampang ya presto itu, kalau gak otomatis, setiap kali presto kadang hasilnya gak sama, kadang terlalu kematangan. Ini dikelukan banyak UMKM di Sidoarjo,” ujar Bellina, Minggu (30/4/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ganjar-pranowo-dampingi-megawati-terima-elite-ppp-bahas-kerja-sama-politik/
Mesin presto otomatis ini, kata dia, sudah diproduksi 6 unit dengan masing-masing dua unit memiliki tiga ketinggian yang berbeda, yaitu 30, 40, dan 50 cm. Bahkan, kapasitas mesin juga dapat menampung hingga 10 kg bahan dalam sekali masak.

Bellina menyebut, pemilihan temperatur yang tidak melebihi 100 derajat karena uap yang dihasilkan dari air mendidih akan menyebabkan kenaikan tekanan pada panci presto. Tekanan dalam panci presto juga dapat diatur hingga 1,5 bar sehingga tingkat kematangan olahan bisa diatur.
“Kalau tekanan dan waktu sudah diatur jadi lebih praktis, sehingga rasa dan nutrisi dari bahan makanan yang dipresto juga akan lebih terjaga serta tidak ada lagi namanya terlalu kematangan,” sebutnya.
Sementara itu, anggota tim, Agung Prijo Budijono menambahkan untuk tekanan dalam panci jika kurang, dapat ditambahkan udara dari luar, sehingga pengguna tidak perlu mengatur secara manual dan lebih hemat waktu.
“Tentu kita filter dulu udaranya sekitar 95 persen untuk membunuh kuman-kuman sebelum masuk ke panci. Proses atau teknik ini sekaligus membuat presto yang dihasilkan lebih higienis. Ke depan kita terus lakukan pengembangan, seperti penambahan fitur yang sekiranya dibutuhkan,” tandasnya. [ipl/kun]






