Jember (beritajatim.com) – Potensi santri untuk menjadi dokter cukup tinggi. Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong kalangan santri untuk masuk ke Fakultas Kedokteran dan memilih dokter sebagai profesi.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember Ulfa Elfiah mengatakan, santri memiliki kemampuan berpikir kritis dan empati tinggi. “Ini sangat dibutuhkan dalam dunia kedokteran. Dokter adalah jalan mulia untuk membantu masyarakat dan membawa keberkahan dalam hidup,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Selasa (28/1/2025).
Menurut Ulfa, santri memiliki potensi luar biasa untuk terjun ke dunia medis karena telah terlatih untuk berdisiplin berempati, dan memiliki keinginan untuk melayani sesama. “Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu dan memiliki peluang yang sama,” katanya.
Fakultas Kedokteran Unej memberikan kesempatan luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengakses pendidikan kedokteran, termasuk dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang secara finansial lemah.
Dalam upaya memasuki dunia pesantren, FK Unej dan RSUD Waluyo Jati bekerja sama melakukan kegiatan sosialisasi dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-102, di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Rabu (24/01/2025) lalu.
Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo Yessi Rahmawati mengatakan, santri memiliki kelebihan tersendiri dalam memberikan pelayanan dengan hati. “Mereka bisa menjadi teladan yang baik di masyarakat sebagai dokter yang berintegritas tinggi,” katanya. [wir]






