Surabaya (beritajatim.com) — Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, menyoroti PSSI yang genap berusia 96 tahun. Ia menilai momentum ini seharusnya menjadi titik kebangkitan bagi federasi sepak bola nasional.
Menurut Evan, usia yang tidak lagi muda harus dimaknai sebagai refleksi mendalam agar PSSI mampu bangkit dari berbagai keterpurukan dalam beberapa waktu terakhir.
“Harapan saya di ulang tahun ini adalah awal kebangkitan. Karena nomor 9 itu kan bangkit, kepalanya di atas. Kalau nomor 6 kan kepalanya di bawah. Artinya harapan saya ulang tahun yang ke-96 ini awal kebangkitan PSSI,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).
Pemain asal Surabaya itu juga berharap PSSI tetap konsisten menjalankan program-program yang telah dirancang. Selain itu, ia menekankan pentingnya penanaman nilai kesatria bagi seluruh pemain Timnas Indonesia.
“Di mana bumi dipijak, amanah dijalankan. Dimana bumi dipijak, kejujuran dijalankan. Harapan saya seperti itu. Menanamkan bagaimana generasi, terutama generasi muda, berjiwa kesatria,” tegasnya.
Terkait perkembangan Timnas Indonesia U-17, Evan menyatakan dukungan penuh agar skuad muda terus menunjukkan peningkatan, termasuk di ajang Piala Asia U-17.
“Tapi bedanya saya sekarang mendukung hanya dari luar. Kalau dulu saya terlibat di dalam lapangan langsung, sekarang di luar saya bisa bantu doa,” katanya.
Mantan kapten Timnas Indonesia di era Indra Sjafri itu juga berharap Merah Putih mampu berbicara banyak di ajang ASEAN U-17 Boys Championship 2026. “Harapan saya semoga di even ini Merah Putih bisa berkibar lebih tinggi daripada bendera lain,” pungkasnya. [way/kun]






