Surabaya (beritajatim.com) – eSports Indonesia (ESI) Provinsi Jawa Timur sudah menyelesaikan tugasnya untuk melantik 33 anggota Kabupaten/Kota.
Acara ini berlangsung bersamaan dengan penutupan turnamen eSports Piala Gubernur Jawa Timur, di Gedung Islamic Center, Surabaya, Senin (10/10/2022) malam.
Diwawancarai beritajatim.com, Ketua Harian ESI Jawa Timur, Daniel Agung menjelaskan 5 Kabupaten/Kota belum secara resmi dikukuhkan karena syarat administrasi belum terpenuhi. Tapi secara organisasi semua sudah berjalan dengan baik.
“Yang belum kita lantik secara resmi adalah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lumajang, Kota Madiun, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Nganjuk. Saya berharap 5 Kabupaten/Kota ini segera menyelesaikan syarat administrasinya supaya segera menyusul yang lainnya,” kata Daniel.
Daniel mengatakan jika usai pelantikan ini, dirinya akan segera mensosialisasikan program ESI Jatim agar pengurus kabupaten/kota bisa bersinergi dan membuat Esport di Jatim semakin berkembang.
“Pesan kami kepada pengurus ESI Kabupaten/Kota adalah melakukan sosialisasi dan pengenalan program esports hingga ke desa-desa sesuai dengan instruksi PB ESI,” tambah dia.

Daniel juga tak lupa menyiapkan program atlet untuk diberangkatkan ke PON Aceh dan Sumut 2024. Dimana hasil dari turnamen Piala Gubernur Jawa Timur kali ini akan ia rekap bersama pengurus ESI Jatim, dan atlet terbaik akan masuk dalam seleksi.
“Pastinya hasil turnamen Piala Gubernur kali ini akan kita siapkan untuk PON dan nanti Bidang Pengembangan Atlet yang akan memprosesnya sehingga nanti di Aceh kita bisa raih hasil yang terbaik untuk Jawa Timur,” imbuh Daniel.
[berita-terkait number=”4″ tag=”esi-jatim”]
Piala Gubernur Jawa Timur kali ini memperlombakan 3 games, yakni PUBG Mobile, Free Fire dan Mobile Legend. Turnamen ini memperebutkan hadiah total uang tunai Rp 30 juta rupiah.
“Dimana dari pendaftaran kemarin kita sudah mendapatkan peserta PUBG Mobile sebanyak 112 tim, Free Fire 247 tim, dan Mobile Legend 430 tim. Jumlah tentu akan kami olah dan nantinya menjadi database atlet terbaik Jawa Timur dalam cabor esports,” tutur Daniel.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil memberikan pesan agar ESI Jawa Timur harus memiliki kontrol yang kuat terhadap para pengurus yang ada di daerah maupun para atlet yang berkecimpung di aktivitas esport.
“Jadi semua harus dikontrol dan dimonitor. Sehingga tercipta olahraga yang menyehatkan, menguatkan dan memberikan manfaat (juara atau medali) untuk Jawa Timur,” papar Nabil.
Nabil juga menyebut, jangan sampai olahraga esports itu membuat sakit dan tidak memberikan manfaat pada yang bersangkutan (atlet) ataupun kepada lingkungan. Apalagi potensi esports saat ini cukup besar, karena sudah eranya.
“Jadi, sudah beberapa kali saya sampaikan, harus ada hal lain yang menguatkan olahraga esports ini. Memang banyak yang melihat ini ringan, tapi harus dilihat dari aspek fisik dan mental atlet harus baik. Selain itu juga para atlet harus update dan mengikuti perkembangan (skill) karena olahraga ini perubahannya sangat cepat,” pungkas Nabil. (ang/ted)






