Lumajang (beritajatim.com) – Erupsi awan panas Gunung Semeru menyebabkan 200 bangunan rumah warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terdampak.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, dari total ratusan rumah terdampak, 21 diantaranya digolongkan mengalami kerusakan berat.
Diketahui, dampak kerusakan pada hunian warga ini mayoritasnya berada di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Subroto mengatakan, pihaknya masih terus melakukan proses pendataan dampak dari erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
“Ini sebagaimana informasi dari tokoh masyarakat, ada 200 rumah yang terdampak. Tapi sesuai dengan data kita yang rusak parah ada 21,” terang Gatot saat meninjau dampak kerusakan bencana Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, pembersihan material sisa vulkanik di area terdampak menjadi salah satu fokus penanganan pascabencana yang juga dilakukan petugas gabungan.
Selain itu, pemulihan fasilitas umum (Fasum) juga butuh disegerakan agar bisa segera kembali dimanfaatkan masyarakat.
Pihaknya juga terus menyuplai bantuan berupa logistik bagi warga yang menetap di tempat pengungsian.
“Penanganan pembersihan area terdampak juga pasti nya memulihkan fasum, di mana kita tahu ada satu sekolah yang tertimbun material agar mereka bisa kembali sekolah,” ungkap Gatot. (has/ted)






