Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi mengukuhkan 1.073 lulusan dalam prosesi Wisuda ke-71, Sabtu (18/10/2025).
Dalam sambutannya, Direktur Polinema, Ir. Supriyatna Adisuwignjo, ST., MT., menyoroti tantangan besar di era disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI) yang diprediksi akan mengubah peta dunia kerja secara fundamental.
Ia mengutip data Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) yang menyebut bahwa 23 persen pekerjaan global akan tergantikan oleh teknologi dan otomatisasi pada 2027. “Diperkirakan 83 juta peran pekerjaan akan hilang, sementara 69 juta peran baru akan tercipta,” ujar Supriyatna.
Menurutnya, di tengah perubahan besar itu, pendidikan tinggi justru menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memimpin di era baru.
Supriyatna menjelaskan, Polinema telah menerapkan strategi Kampus Transformatif untuk merespons tuntutan zaman, dengan tiga pilar utama:
Polinema menyiapkan lulusan dengan kompetensi teknis seperti data science, cybersecurity, dan bisnis digital, melalui Outcome Based Education (OBE), Project Based Learning (PBL), dan Teaching Factory (TEFA). Polinema pun telah meraih Akreditasi Institusi “UNGGUL” dari BAN-PT.
Lulusan ditanamkan karakter 4C — Creative, Cognitive, Collaborative, Competence — serta dorongan untuk terus melakukan upskilling dan reskilling. “Mereka harus siap menghadapi situasi nyata di lapangan dengan kreativitas, inovasi, dan daya adaptasi tinggi,” ujarnya.
Polinema aktif memperluas kerja sama internasional, termasuk program joint degree dengan universitas di Malaysia dan China, serta Program INTENSE yang mengantarkan 16 lulusan studi lanjut dan magang di Taiwan.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Lulusan harus menjadi problem solver dan agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Supriyatna.
Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Kurnia Ekasari, SE., M.M., Ak., melaporkan total 1.073 lulusan terdiri atas 6 orang dari Program Magister Terapan, 760 orang dari Program Sarjana Terapan, dan 307 orang dari Program Diploma III. Dari jumlah itu, 698 wisudawan berhasil meraih predikat Cumlaude.
Sebagai penutup, Supriyatna kembali mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kemampuan dan karakter. “Kompetensi tidak akan ada artinya tanpa attitude yang baik,” pungkasnya. (dan/kun)






