Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Periode 2019-2024 Emil Elestianto Dardak mengapresiasi dukungan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya terhadap pengembangan sistem iradiasi buah tropis di Jawa Timur.
Hal ini disampaikan ketika Kepala Perwakilan Konjen Australia di Surabaya, Fiona Hoggart berkunjung ke kediaman Emil Dardak untuk berpamitan menjelang masa purna tugasnya. Ia dijadwalkan pulang ke Australia pada 6 Mei 2024 untuk kembali bertugas di Canberra, Australia.
“Sore hari ini kami berpamitan sekaligus bertukar kenang-kenangan dengan Ibu Fiona yang sebentar lagi akan kembali ke Canberra. Utamanya yang baru ini kami hadiri adalah terkait ekspor buah eksotis Jawa Timur yakni Manggis,” ungkap Emil dalam pertemuan bersama Kepala Perwakilan Konjen Australia.
Sebelumnya, Emil, sapaan akrabnya, hadir secara khusus dalam peluncuran assesment fasilitas iradiasi produk holtikultur, khususnya buah-buahan eksotis yang berasal dari Jawa Timur di PT Energi Sterila Higiena (Sterina), Kawasan Industri Tambak Langon Surabaya, Jumat (19/4/2024) lalu.
Agenda yang diselenggarakan melalui kolaborasi Sterina dan IA-CEPA ECP Katalis tersebut juga dihadiri oleh Founder PT Energi Sterila Higiena Dahlan Iskan, Dirut PT Energi Sterila Higiena Radian Jayadi, Lead Advisor for Market Integration Katalis David Mitchell, dan IndonesianTrade Attache in Canberra Agung Haris Setiawan, Counsellor Economic Trade yaand Investment Austalian Embassy in Jakarta Simon Anderson
Emil Dardak diundang sebagai inisiator terkait ekspor buah-buahan eksotis utamanya manggis dari Jawa Timur ke Australia serta turut berbagi kesan dan pesan.
“Sebagai insan yang pernah mengabdi di Pemprov Jawa Timur, saya merasa berbahagia bisa ikut menyaksikan dan bisa berbagi kesan dan pesan. Ini memang tentu bukan pekerjaan yang mudah, proses untuk memastikan standarisasi disini bisa mengikuti apa yang diterapkan di Australia. Tentu akan butuh kerja keras dan dukungan semua pihak,” kata Emil Dardak.
Menurut Emil adanya IA-CEPA ECP antara Indonesia-Australia menumbuhkan peluang untuk dapat meningkatkan perdagangan serta meningkatkan kualitas produk.
“Jawa Timur punya cita-cita besar, bahwa karena luas lahan terbatas kita harus meningkatkan produktivitas pertanian, untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat desa, salah satunya mendorong buah-buahan tropis,” ucap Emil.
“Waktu saya masih menjabat, saya banyak berdiskusi dengan perwakilan Australua termasuk Ibu Konjen dan diperkenalkan program Katalis. Ini merupakan inisiatif yang luar biasa dari Pemerintah Australia guna mendorong produksi yang lebih banyak dari Indonesia dan untuk mengakses pasar Australia,” sambungnya.
Persoalan yang dialami pemerintah Indonesia selama 10 tahun terakhir utamanya terkait metode ekspor produk komoditas pertanuan yang sulit diterima sejumlah negara tujuan. Penyebabnya karena produk yang diekspor belum melewati proses iradiasi.
Iradiasi dapat menjadi solusi yang digunakan untuk pengawetan produk pangan, meningkatkan kualitas produk sehingga nilai jualnya tidak turun.
Banyak negara mensyaratkan produk ekspor hang masuk sudah melalui proses iradiasi, dimana Australia adalah salah satunya yang menerapkan prinsip tersebut secara ketat. Di Indonesia memiliki tempat iradiasi menggunakan teknologi terkini yakni di Sterina.
“Saya dan Pak Dahlan Iskan telah sering berdiskusi dari beberapa tahun lalu, dimana yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita memastikan standar yang harus diperoleh melalui produk iradiasi, juga terkait fasilitas dan teknologinya,” kata Emil.
“Gayung bersambut, ternyata pekerjaan ini sudah dimulai dan pas sekali dimana saya ingin melihat fasilitas yang dibangun oleh Sterina kemudian bisa membawa manfaat,” sambungnya.
Melihat progres yang sudah berjalan maksimal tersebut, Emil berharap Indonesia khususnya Jawa Timur dapat mengakses pasar bahkan yang lebih luas dan menjadi salah satu sentra buah tropis dunia.
“Bahwa dengan mengirimkan buah segar inshaallah kita bisa mengakses pasar bahkan yang lebih luas. Dan saya berharap mudah-mudahan tidak dalam waktu lama kita bisa mencapai titik tersebut, juga semoga ter khusus para petani desa dan pemuda desa akan semakin giat dan semangat untuk membudidayakan tanaman dan buah-buahan tropis,” pungkas Emil. [asg/beq]






