Jakarta (beritajatim.com) – Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipimpin Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri melakukan pertemuan dengan Presiden terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pertemuan sekitar 1,5 jam di kediaman pribadi Prabowo Jl Kertanegara No.4, Jakarta Selatan tersebut dilakukan secara tertutup.
Salim didampingi Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, Pelaksana Harian Presiden PKS Ahmad Heryawan, dan Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini.
Sementara elit Partai Gerindra yang mendampingi Prabowo diantaranya Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Prasetyo Hadi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono dan Juru Bicara Partai Gerindra Budi Djiwandono.
Disela pertemuan, Prabowo menceritakan perjalanan perjuangan politik ketika berjalan beriringan bersama PKS 2014-2019 silam.
“Kehadiran di Kertanegara mengingatkan kita masa-masa dahulu, kita mulai kerja sama politik mulai dari Kertanegara 2014-2019. Jadi kita dulu bukan sekutu tapi segajah,” ungkap Prabowo seraya berkelakar ke Ketua Majelis Syuro PKS.
Selain itu, dalam pertemuan ini juga Prabowo menitikberatkan pada pentingnya menjunjung tinggi rasa hormat meski tidak sejalan pada pilpres 2024 yang dimenangkan Prabowo.
“Kemarin, ada pilihan berbeda kita tidak masalah kita tetap bersabahat itulah yang kita inginkan politik di indonesia yang selalu menjunjung tinggi saling menghormati,” ujar Prabowo.
Meski berbeda pilihan, Prabowo menekankan pentingnya menjalin hubungan persahabatan dengan semua parpol dan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia nantinya.
“Selesai pertandingan kembali menjalin kerjasama kita sama-sama ingin yang terbaik untuk rakyat kita, kita sadari bahwa semua unsur pimpinan politik harus sadar dan mengutamakan kepentingan rakyat kita,” tegas Prabowo. (ted)






