Surabaya (beritajatim.com) – Dalam menangani permasalahan penyakit kusta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) mencanangkan gerakan ‘Eliminasi Kusta Tuntas’. Dengan menggandeng RSU dr Soetomo Surabaya, pencanangan ini diadakan di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis (UPT RSBLK) Tuban.
“Mustahil kalau Dinsos bisa menyelesaikan kusta. Untuk itu, mulai detik ini kita canangkan gerakan bersama Eliminasi Kusta Tuntas,” kata Kepala Dinsos Jatim, Dra Restu Novi Widiani MM.
Gerakan tersebut sengaja dilaksanakan di UPT RSBLK Tuban, karena hampir seluruh penerima manfaat (PM) adalah mantan penderita kusta. Pihak RSU dr Soetomo hadir untuk mensosialisasikan sekaligus memeriksa secara langsung tiap PM dan pegawai di UPT.
Novi menyampaikan, para pegawai yang melayani PM di UPT RSBLK Tuban ingin memastikan bahwa mereka benar-benar jauh dari penyakit kusta. Mengingat tiap harinya mereka melakukan kontak dengan PM eks penyandang kusta.
“Jangan-jangan mereka ini masih bisa berpotensi menularkan. Jadi, pemeriksaan tidak hanya kepada pegawai saja, tim dari RSU dr Soetomo juga memeriksa para PM. Demi memastikan bahwa mereka memang benar-benar eks atau perlu perawatan lebih lanjut,” ungkap Novi.
Sementara itu, Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengungkapkan, pihaknya juga membicarakan tentang masalah kesehatan jiwa, di samping pencegahan dan pengobatan kusta. Sebab, kecemasan berlebih justru malah memperbesar peluang terserang kusta karena imun yang melemah.
“Sebenarnya kusta itu tidak menular dengan mudah, jadi tidak usah khawatir. Dan, kalau kita khawatir berlebihan, akhirnya pertahanan tubuh kita pun melemah. Jadi, yang penting optimistis sehat jiwa, sehat raga, dan tentu selalu lakukan pemeriksaan yang rutin,” jelasnya.
RSU dr Soetomo menghadirkan lebih dari 30 dokter yang terdiri dari dokter spesialis dermatologi dan venereologi, serta kesehatan jiwa. Dokter-dokter tersebut melakukan medical check up pada 100 PM dan 29 pegawai di UPT RSBLK Tuban.
Gerakan bersama ‘Eliminasi Kusta Tuntas’ ini merupakan implementasi dari karakter IKI atau inisiatif, kolaborasi, dan inovasi yang disarankan oleh Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa. “Ini adalah sesuatu yang sangat bagus, mempraktikkan IKI, yakni antara RSU dr Soetomo dengan Dinsos Jatim,” ungkap Cita.
Implementasi ini juga dibenarkan oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Secara terpisah, Adhy berharap setiap perangkat daerah mampu mengembangkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
“Antar perangkat daerah bisa saling melengkapi untuk menjalakan kegiatan tersebut. Ini adalah ciri khas provinsi kita yang akan terus dibangun untuk melayani masyarakat Jatim,” pungkasnya.
Dikemas dengan kegiatan bakti sosial (baksos), kegiatan ini dihadiri juga oleh Komisi E DPRD Jatim, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim, Rumah Sakit Umum Daerah Sumberglagah, dan Puskesmas Desa Singgahan.
Baznas Jatim pun membagikan bingkisan berupa alat-alat kebersihan dan makanan bergizi untuk para PM. (tok/but)






