Mojokerto (beritajatim.com) – Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur di kawasan Candi Brahu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mengungkap sejumlah temuan penting yang memperkuat dugaan keberadaan kompleks struktur keagamaan kuno. Temuan ini diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Mpu Sindok pada abad ke-10.
Ketua Tim Ekskavasi, Muhammad Ikhwan, menjelaskan bahwa kegiatan ekskavasi berlangsung dari 13 hingga 28 Mei 2025. Dalam proses tersebut, tim berhasil menemukan struktur bata merah memanjang yang diduga kuat merupakan pagar pembatas area suci. Struktur ini ditemukan sekitar 83 meter di sebelah selatan bangunan utama Candi Brahu.
“Struktur bata ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar sekitar 105 sentimeter. Meskipun sebagian besar sudah rusak, keberadaannya mengindikasikan bahwa kawasan ini dulunya adalah bagian dari ruang sakral. Selain struktur pagar, kami juga menemukan dua formasi bangunan lain yang berbentuk persegi panjang dan bujur sangkar,” ungkapnya, Sabtu (31/5/2025).
Dua struktur tambahan tersebut masing-masing berukuran 285 x 130 cm dan 130 x 130 cm. Menurut Ikhwan, bangunan itu kemungkinan merupakan bagian dari ruang aktivitas keagamaan atau altar kecil. Selain struktur, tim ekskavasi juga mengamankan artefak berupa pecahan gerabah, keramik, dan porselen. Beberapa di antaranya diperkirakan berasal dari masa Mpu Sindok, sementara lainnya dari era Majapahit abad ke-14.
“Masa pemerintahan Mpu Sindok abad ke-10, sedangkan lainnya dari era Majapahit abad ke-14. Temuan ini menguatkan hipotesis bahwa fungsi keagamaan di kawasan Brahu tidak terputus. Artinya, tempat ini sudah digunakan sejak masa Mpu Sindok dan terus berkembang hingga era Majapahit,” katanya.
Ekskavasi sempat menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem. Hujan deras beberapa kali mengguyur lokasi dan menyebabkan genangan air di area kotak gali. Namun, tim telah melakukan mitigasi dengan membuat tanggul sementara untuk melindungi struktur dan memperlambat erosi.
Tim Arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur akan melanjutkan kajian lebih lanjut terhadap susunan struktur dan artefak yang ditemukan guna memastikan periodisasi dan fungsinya secara lebih akurat. Ekskavasi di Candi Brahu menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pendalaman arkeologis terhadap peninggalan sejarah nasional di wilayah bekas ibu kota Majapahit tersebut.
“Kami berharap temuan ini dapat memperkaya narasi sejarah kawasan Trowulan sebagai pusat kebudayaan dan pemerintahan kuno yang penting di Jawa Timur,” pungkasnya. [tin/beq]






