Blitar (beritajatim.com) – Selama beberapa hari terakhir, para sopir truk di Kota Blitar mengeluhkan sulitnya mencari solar. Bahkan antrean kendaraan yang mencari solar di sejumlah SPBU mengular sampai ke jalan.
Section Head Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Region Jatim-Balinus Taufiq Kurniawan pun angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya antrean tersebut terjadi akibat adanya peningkatan permintaan di masa liburan sekolah.
Selain itu, memasukinya masa panen tanaman tebu di Blitar dan sekitarnya membuat permintaan solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar meningkat.
“Itu kan ceritanya lagi ada peningkatan permintaan saja mas, yang pertama karena libur panjang kemarin yang kedua adalah musim panen,” kata Taufiq, Rabu (19/07/23).
Data yang dimiliki oleh Pertamina Patra Niaga Region Jatim-Balinus pada Jumat (14/7) lalu, tiap SPBU di Blitar menghabiskan 5.000 liter solar. Volume permintaan solar itu meningkat drastis daripada hari biasanya. Bila dirata-rata konsumsi harian mencapai 110 ribu liter solar di semua SPBU Kota Blitar.
Hal itupun masih dianggap wajar karena tidak sampai terjadi kelangkaan. Pasalnya, solar termasuk BBM yang bersubsidi yang dijual dengan harga terjangkau,sehingga banyak diburu masyarakat.
“Hingga Senin (17/7) pukul 17.52 WIB, 523 ribu liter solar telah dikeluarkan oleh SPBU di Kota dan Kabupaten Blitar. Terhitung sejak 13 Juli. Rata-rata konsumsi harian mencapai 110 ribu liter solar di semua SPBU,” imbuhnya.
Sementara itu, stok harian BBM jenis solar di semua SPBU Kota dan Kabupaten Blitar sebanyak 249 ribu liter. Pertamina pun menjamin bahwa stok masih mencukupi meski permintaan BBM jenis solar terus meningkat.
Hingga saat ini, masih terjadi peningkatan permintaan solar di beberapa SPBU karena musim panen masih berlangsung. Diperkirakan permintaan solar baru akan sedikit turun saat masa sekolah sudah mulai berjalan secar normal.
“Bila masyarakat tidak mau mengantre BBM subsidi, ada yang non subsidi. Barangnya selalu siap,” tutupnya.
Sebelumnya antrean panjang kendaraan terjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Truk, Kendaraan Umum serta mobil pribadi yang menggunakan bahan bakar solar terlihat antre di bahu jalan sekitar SPBU.
Panjang antrean bahkan mencapai lebih dari 200 meter. Para sopir mengaku telah antre lebih dari 2 jam demi bisa membeli solar. Atrean kendaraan yang ingin membeli solar memang terjadi di beberapa SPBU di Kota Blitar. Mulai dari SPBU Pakunden, SPBU Tanjungsari, SPBU Kebonrojo hingga Karangsari.
Antrean kendaraan juga bervariasi ada yang cukup panjang serta ada yang kurang dari 100 meter. Hampir semua sopir pun juga mengeluhkan sulitnya untuk memperoleh solar. (owi/ted)






