Surabaya (beritajatim.com) – Pakar dalam bidang desain visual dan komunikasi, Lia Sidik PhD, yang telah meraih gelar S-3 dari Limkokwing University of Creative Technology Malaysia, menekankan bahwa kesuksesan bisnis perusahaan besar sangat tergantung pada kekuatan merek dan logo yang dimiliki.
Bahkan logo dan merek untuk produk dan perusahaan memiliki nilai yang sangat tinggi. “Oleh karena itu, sangat penting bagi UKM untuk segera mendaftarkan merek dan logo bisnis mereka agar tidak terjadi risiko kehilangan hak atas keberhasilan usaha kepada perusahaan lain atau individu lainnya,” ujar Lia pada Kamis (14/9/2023).
Sebagai seorang praktisi di industri kreatif, Lia berbagi tips kepada ratusan peserta UKM dalam acara KIAT 2023 Bogasari. Dia menjelaskan bahwa pembuatan merek dan logo sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana, asalkan memiliki karakteristik yang unik, mudah diingat, mampu menarik perhatian, dan meninggalkan kesan yang kuat. Selain itu, logo juga harus serbaguna sehingga dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan cocok untuk target pasar yang dituju.
Lia menekankan, “Merek yang kuat adalah yang dapat mengkomunikasikan janji uniknya melalui pengalaman yang jelas dan menarik. Merek harus menjadi bagian integral dari kehidupan konsumen, salah satu caranya adalah dengan menggunakan warna yang unik dan konsisten.”
Dia juga mencatat bahwa kesalahan yang sering dilakukan oleh UKM adalah terlalu mempertimbangkan ego pribadi dan tidak memperhatikan keinginan pasar saat merancang logo mereka. “Pemilihan warna juga harus dilakukan dengan hati-hati, karena warna dapat memengaruhi kesan dan impresi yang diberikan kepada konsumen saat mereka melihat kemasan produk kita,” tambahnya.
BACA JUGA:
120 UKM Dilatih Genjot Nilai Bisnis Melalui Merek dan Logo
Menurut Lia, contohnya, jika produk tepung terigu dikemas dengan warna biru, maka konsumen akan secara otomatis teringat merek tertentu yang terkait dengan warna biru.
Acara KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) Bogasari 2023 di Kota Kembang Bandung sukses besar, dengan hampir 200 UKM makanan berbasis tepung terigu dari berbagai daerah di Jawa Barat turut berpartisipasi.
Tidak hanya dari Kota dan Kabupaten Bandung, tetapi juga dari Kuningan, Sumedang, Kota Cimahi, Ciamis, serta dari luar pulau Jawa seperti Palembang, Lampung, Balikpapan, dan Sabang. Acara KIAT Bogasari 2023 seri ke-2 ini diadakan pada Kamis (13/9/2023) di Hotel Grand Pasundan, dengan 120 peserta hadir secara langsung di lokasi dan sisanya mengikuti melalui zoom’s meeting.
Ivo Ariawan, Senior Vice President Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, menyatakan, “Acara KIAT ini adalah wujud komitmen Bogasari dalam mendukung pertumbuhan UKM, khususnya dalam sektor makanan berbasis tepung terigu. Oleh karena itu, acara ini diselenggarakan secara gratis tanpa biaya pendaftaran.”

Bagi UKM yang berpartisipasi, acara KIAT ini memberikan manfaat besar. Terutama dengan kehadiran dua pembicara yang berpengalaman langsung dalam dunia usaha dan sebagai konsultan UKM. Pembicara pertama, Lia Sidik PhD, adalah seorang pakar dalam bidang komunikasi desain visual yang meraih gelar S-3 dari Limkokwing University of Creative Technology Malaysia.
Sementara itu, pembicara kedua, Jodi, merupakan generasi kedua pemilik usaha JnC Cookies yang telah beroperasi sejak tahun 1996. Dia berbagi pengalaman tentang perubahan merek yang dialaminya sekitar tahun 2000-an. Sebelumnya, bisnis yang didirikannya pada tahun 1996 ini dikenal dengan nama Joyci Cookies, namun akhirnya mengalami perubahan karena nama tersebut telah dimiliki oleh pengusaha lain di Jawa Timur.
Tema KIAT di Bandung pada September 2023 ini sejalan dengan tema yang telah diadakan di Solo pada bulan Juli 2023, yaitu “Pentingnya Merek, Logo, Label, Desain Kemasan, dan HAKI Bagi Bisnis UKM.” Antusiasme UKM terlihat tidak hanya dari jumlah peserta yang datang dari berbagai daerah, tetapi juga dari animo yang tinggi selama sesi tanya jawab. [suf]






